in ,

TaxPrime: Tiga Faktor Penting Tingkatkan Investasi Energi

TaxPrime: Tiga Faktor Penting Tingkatkan Investasi Energi
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Managing Partner TaxPrime Muhamad Fajar Putranto menilai saat ini dunia masih menghadapi beragam tantangan dari dampak Covid-19, salah satunya krisis energi. Namun menurutnya, ada tiga faktor yang perlu diperhatikan pemerintah untuk menghadapi tantangan itu, bahkan justru mendorong peningkatan investasi energi di Indonesia.

“Indonesia memiliki batu bara yang melimpah. Jadi, kalau misalnya ada investor, hal terpenting yang mereka pikirkan dari sisi produksi itu adalah sisi electricity nya dan bahan baku,” kata Fajar dalam webinar yang diselanggarakan TaxPrime bertajuk, Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional 2021/2022: Arah Strategi Kebijakan Investasi, Kepabeanan, dan Perpajakan; Peluang dan Tantangan, pada (11/11).

Di sisi lain, ada tiga faktor tingkatkan investasi energi yang perlu diperhatikan pemerintah, yaitu

Baca Juga  Hyundai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Pertama, masalah legal certainly. Menurut Fajar, masalah kepastian hukum merupakan hal yang krusial, jangan sampai tidak dapat dijamin oleh pemerintah. Kedua, kemudahan berinvestasi. Ketiga, terkait risiko bisnis.

“Saya lihat risiko bisnis di Indonesia tidak dapat terukur yang paling besar adalah sisi hukum dan berikutnya adalah pajak,” kata Fajar.

Ia optimistis Indonesia bisa dijadikan sebagai hub produksi utama energi sebab negeri ini memiliki sumber produksi sekaligus market yang berlimpah.

“Karena paling simpel adalah ketika kita bicara Indonesia, mereka bikin hub di sini tentunya pasar juga ada disini, ada 270 juta (penduduk), tingkat konsumsi rakyat kita juga lebih baik dari india dan tidak tertutup seperti Tiongkok. Jadi memang saya mengimbau untuk perusahaan, agent, investment di Indonesia. Nah, menurut saya orang yang bekerja di perusahaan, baik dalam negeri maupun luar negeri begitu melihat kondisi saat ini jadi mungkin bisa memberikan masukan kepada owner atau head quarters-nya terkait dengan kondisi Indonesia. Karena pada intinya bisnis itu adalah kepandaian kita untuk melihat sesuatu yang berbeda sedikit, maka dari glitch tersebut nah itu namanya profit,” kata Fajar.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0