in ,

Pemerintah Tekan Omicron dengan 3T dan Vaksinasi

Selain mengalokasikan rumah sakit bagi mereka yang lebih membutuhkan layanan intensif, Nadia menjelaskan, pemerintah juga terus mendorong program vaksinasi nasional. Hingga akhir pekan ini, Indonesia telah memiliki lebih dari 500 juta vaksin dan setidaknya sekitar 187,94 juta (90,24 persen) jumlah masyarakat Indonesia telah divaksinasi dosis 1 dan 134,74 juta (64,70 persen) telah divaksinasi dosis 2. Pemerintah pun mengimbau masyarakat terutama kelompok rentan untuk mengikuti program vaksinasi baik dosis primer maupun dosis lanjutan atau booster.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang telah disediakan secara gratis oleh pemerintah, termasuk vaksinasi booster, terutama bagi mereka yang lansia,” imbau Nadia.

Pemberian vaksin, imbuh Nadia, telah terbukti secara ilmiah mampu mengurangi risiko terburuk akibat terinfeksi COVID-19. Penelitian terbaru Kemenkes, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia menunjukkan mereka yang sudah mendapatkan vaksin Sinovac dua dosis, pemberian vaksin booster setengah dosis mampu meningkatkan antibodi yang sebanding dengan dosis penuh.

Baca Juga  Pengenaan Pajak Kripto Perlu Pembahasan Mendalam

Nadia menyampaikan, jarak waktu terbaik untuk mendapatkan dosis booster adalah minimal enam bulan setelah menerima vaksinasi kedua. Kemudian, apabila seseorang mendapatkan booster di bulan ke-6 sampai dengan 9 maka antibodi yang diproduksi bisa sampai 12,5 sampai dengan 88,9 kali lipat, tergantung merek vaksin booster yang digunakan.

Nadia menegaskan bahwa vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk mampu mengurangi dampak terburuk COVID-19. Menurutnya, cara terbaik adalah melengkapi vaksinasi bersama protokol kesehatan yang disiplin seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Lewat semua cara pencegahan yang bisa dilakukan baik oleh pemerintah dan masyarakat, diharapkan penularan COVID-19 yang didominasi Omicron bisa segera dilalui dan dikendalikan secepatnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *