in ,

Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron di Indonesia

Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron di Indonesia
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi melaporkan adanya kasus pertama positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, kasus pertama positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia itu merupakan pasien dengan inisial N yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

”Jadi, kementerian kesehatan terima (data) 10 Desember dan kita lihat ada tiga pekerja pembersih di Rumah Sakit Wisma Atlet yang terkonfirmasi positif Covid-19 PCR-nya. Tiga data tersebut dikirim ke Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) untuk kita lakukan uji genome sequencing-nya. Kemudian, pasien inisial N terkonfirmasi Omicron pada 15 Desember. Data-data ini juga dikonfirmasi juga oleh GISAID. Ketiga orang ini tanpa gejala, jadi mereka masih sehat, tidak ada demam dan batuk. Mereka bertiga juga dipastikan sudah dites PCR kembali dan tes PCR kedua semua sudah negatif,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, pada (16/12)

Baca Juga  Pemerintah Alokasikan Rp 30,8 Triliun untuk THR PNS

Ia mengatakan, temuan kasus Omicron itu dipastikan belum terjadi transmisi di tingkat komunitas. Sebab petugas kebersihan yang tertular varian Omicron tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, tetapi diperkirakan terjadi penularan ketika melayani pasien. Meski begitu, selama bekerja, para petugas kebersihan hanya tinggal di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Saat ini ketiganya pun masih melakukan karantina di sana.

Selain kasus itu, Kemenkes juga menemukan lima kasus teridentifikasi sebagai probable (dicurigai) tertular varian Omicron.

“Dua kasus di antaranya merupakan warga negara Indonesia yang baru tiba dari Amerika Serikat dan Inggris. Sementara tiga kasus lainnya merupakan warga negara Tiongkok yang datang ke Manado. Semua kasus tersebut kini sedang menjalani karantina. Sekali lagi, 5 orang ini masih probable karena baru dites PCR dan sample-nya sedang dikirim ke Balitbangkes. Kita harap tiga hari ke depan sudah keluar hasilnya,” kata Budi.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings