in ,

Chatib Basri: Dua Kunci Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

Ia memberi contoh, di Amerika Serikat (AS) akses masyarakat mendapat vaksin terbilang cukup baik dan cepat, sehingga saat ini vaksinasinya sudah mencapai di atas 50 persen. Kemudian, di Singapura dan Australia sudah mencapai 80 persen.

“Artinya, selama pandemi masih merebak ke masyarakat dan jumlah terpapar virus Covid-19 masih banyak, maka aktivitas ekonomi Indonesia di tahun depan masih akan seperti yang terjadi di tahun ini. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di 2022,” kata Dede.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini juga mengusulkan agar pemerintah menaikan bansos tunai menjadi sebesar Rp 1 juta sampai dengan Rp 1,5 juta. Dana itu diberikan dalam waktu tiga bulan sampai enam bulan. Hal ini dapat meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat yang akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Faisal Basri: Pemulihan Ekonomi Indonesia Lambat

“Jangan dikasih Rp 300 ribu sampai Rp 700 ribu, itu kurang. Tapi dikasih Rp 1 juta sampai Rp1,5 juta,” kata Dede.

Selain itu, penyaluran bansos juga harus diperluas ke 40 juta rumah tangga. Dede menghitung, pemerintah membutuhkan alokasi dana sekitar Rp 120 triliun hingga Rp 240 triliun untuk pos itu.

“Sebenarnya pemerintah masih ada sumber dana untuk menyalurkan lebih banyak bansos kepada masyarakat, antara lain dari dana yang digunakan pemerintah untuk insentif pajak. Pemerintah harus kembali mengkaji dan mengevaluasi insentif pajak selama ini,” kata Dede.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

194 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *