in ,

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan PPN

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan PPN
FOTO: IST

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan PPN

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerimaan PPN. Pembangunan di segala bidang diperlukan adanya suatu angggaran sebagai penyokong utama. Komponen dalam anggaran dihitung dari penerimaan negara yang terdiri dari penerimaan pajak, bukan pajak dan hibah.

Sumber penerimaan negara dari pajak meliputi pajak dalam negeri dan pajak dari perdagangan internasional. Pajak dalam negeri meliputi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

PPN merupakan sumber penerimaan pajak terbesar kedua setelah PPh dengan memberikan kontribusi sekitar 30% dari penerimaan pajak. PPN merupakan pajak konsumsi yang ditujukan atas pengenaan barang dan jasa kena pajak yang ada di dalam daerah pabean. Pajak yang dikenakan atas setiap nilai yang dapat diidentifikasi dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

Baca Juga  Presidensi G20 Usulkan Insentif Perpajakan untuk Wanita

Kegiatan konsumsi bagi negara berkembang seperti Indonesia merupakan salah satu kegiatan ekonomi utama yang dilakukan, maka dari itu semakin bertambah kegiatan konsumsi masyarakat berati akan berpengaruh kepada jumlah penerimaan PPN.

Berdasarkan fenomena tersebut maka dapat diasumsikan bahwa PPN mempunyai hubungan erat dengan kegiatan ekonomi. Dalam kegiatan ekonomi tersebut terdapat faktor internal dan faktor eksternal untuk menjaga kestabilan kegiatan ekonomi.

Faktor Internal

Untuk menjamin keberlangsungan penerimaan PPN dipengaruhi oleh kebijakan di bidang perpajakan. Diperlukan kerja sama antara berbagai pihak terkait. Ditanamkan kepada wajib pajak untuk tertib dan patuh dalam membayar PPN dan dari kalangan DJP sebagai pembuat ketentuan perpajakan. Apabila dikaji dari sisi wajib pajak dalam hal pengaruhnya terhadap penerimaan PPN salah satu utamanya adalah wajib pajak yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Baca Juga  Indonesia Tekankan Transparansi Pajak di Forum G20

PKP wajib melaporkan usahanya dan wajib memungut, menyetor dan melaporkan PPN yang terutang (Undang Undang No.42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah). Semakin banyak PKP yang patuh dalam menjalankan kewajiban PPN nya maka penerimaan PPN akan semakin meningkat.

Faktor Eksternal

Faktor Eksternal dipengaruhi oleh keadaan ekonomi makro negara. Fluktuasi ekonomi makro dapat menimbulkan dampak buruk bagi kegiatan perekonomian. Jika fluktuasi ekonomi terus berlangsung maka akan dapat menurunkan daya beli konsumsi, investasi dan ekspor impor yang akan berdampak pula pada penerimaan PPN. Komponen variabel ekonomi makro yang berperan dalam hal ini seperti tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah.

Inflasi merupakan kenaikan tingkat harga secara keseluruhan. Stabilitas dan faktor ekonomi makro seperti inflasi secara positif dapat mempengaruhi penerimaan pajak. Tingkat inflasi dapat mempengaruhi transaksi ekonomi yang merupakan objek PPN.

Baca Juga  Relawan Pajak: Aksi Mahasiswa Akan Kepatuhan Pajak

Variabel ekonomi makro selanjutnya adalah nilai tukar, yang merupakan jumlah uang domestik yang dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing. Ketika nilai tukar mengalami depresiasi maka harga barang dalam negeri meningkat dan akan mempengaruhi konsumsi masyarakat. Keadaan tersebut secara langsung dapat berdampak pada turunnya penerimaan pajak atas konsumsi.

Banyak dampak negatif jika hal ini terus berlangsung, diantaranya berdampak pada perusahaan dalam negeri yang dalam kegiatan usahanya melibatkan ekspor impor yang akan berlanjut pada harga jual akhir yang ditawarkan kepada konsumen akan semakin tinggi sehingga daya beli konsumen akan turun. Hal tersebut akan melebar kepada menurunnya penerimaan PPN.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings