in ,

5 Aplikasi untuk Raih Cuan Tambahan dari Sampah

5 Aplikasi untuk Raih Cuan
FOTO: IST

5 Aplikasi untuk Raih Cuan Tambahan dari Sampah

Pajak.comJakarta – Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia pada tahun 2022 menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik dalam setahun dan lebih dari setengahnya belum ditangani dengan tepat. Angka itu menjadikan Indonesia termasuk kontributor sampah plastik laut terbesar di dunia, yang mencapai 10 persen dari total sampah plastik di lautan.

Tentu, pemerintah tak dapat bergerak sendiri untuk mengurangi besarnya polutan ini. Perlu keterlibatan semua pihak—termasuk masyarakat—untuk menanggulanginya. Beruntung, saat ini telah ada beberapa perusahaan rintisan yang merilis aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk menyetorkan sampah plastik.

Sampah yang telah terkumpul tersebut selanjutnya akan dikelola secara bertanggung jawab atau responsible waste management oleh para perusahaan startup. Selain berkontribusi terhadap lingkungan ke arah yang lebih bersih, Anda juga bisa mendapat cuan tambahan dari sampah yang disetor tersebut. Nah, berikut 5 aplikasi untuk raih cuan tambahan dari membuang sampah.

1. Octopus

Aplikasi Octopus diinisiasi oleh Hamish Daud dan dirilis pada 2019 silam di Makassar. Aplikasi layanan daur ulang sampah ini mengajak masyarakat untuk memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah rumah tangga untuk mendapatkan uang tambahan, voucer menarik, hingga emas.

Artinya, masyarakat bisa mendaftar sebagai pengguna, Pelestari (pemulung sebagai mitra pengangkut sampah), atau mitra bank sampah. Saat ini, daerah cakupan aplikasi Octopus semakin luas, yakni Provinsi Jawa Barat meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi; Provinsi Bali mencakup Kota Denpasar dan Kabupaten Badung; serta Provinsi Sulawesi Selatan yang terdapat di Kota Makassar.

Melalui aplikasi Octopus, pengguna dapat menyetorkan sampah sesuai kategori yaitu plastik, kertas/kardus, kemasan kaca, atau barang bekas elektronik dengan memasukkan jumlah sampah yang akan diberikan kepada pelestari. Jika sudah sesuai, Anda dapat memilih fitur “Panggil Pelestari”.

Baca Juga  Wamenkeu: Hampir Semua Investor Eropa Tekankan Prinsip ESG dan Ekonomi Hijau 

Selanjutnya, pelestari terdekat akan menerima pesanan Anda dan langsung mengambil sampah yang sudah dipilah, tanpa pungutan biaya. Setelah sampah berhasil di-pick up, Anda bisa mendapatkan uang atau emas sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dari aplikasi tersebut.

Anda juga akan mendapatkan poin untuk setiap sampah yang disalurkan, yang dapat ditukarkan dengan pulsa, paket data internet, token listrik, atau voucer belanja. Bahkan, sejak Oktober 2022 lalu, penukaran poin dapat digunakan untuk investasi digital seperti emas dan aset kripto. Di sisi lain, pendapatan para pemulung atau pelestari ini diklaim meningkat 30 persen dibandingkan pemulung konvensional berkat aplikasi ini.

2. Dibuang

Nama aplikasi ini memang terbilang nyeleneh tapi melekat di ingatan karena sesuai dengan peruntukannya. Aplikasi Dibuang merupakan kependekan dari Dibuat Jadi Uang. Aplikasi yang digagas oleh Yehuda Anthony Harahap ini dapat menghubungkan masyarakat (pengguna) sebagai penyetor sampah dengan pengepul, pemulung, dan unit-unit pengelola sampah terdekat agar lebih mudah menjual dan mendaur ulang sampah.

Melalui aplikasi Dibuang, Anda dapat meminta sampah dijemput di rumah atau dapat menyetorkannya langsung di lokasi drop box terdekat. Sampah yang dikelola oleh Dibuang meliputi sampah berbahan kardus dan sampah berbahan kertas.

Aplikasi di bawah bendera PT Bumi Indah Bersih ini juga mengelola jenis sampah basah seperti minyak jelantah, botol, gelas plastik, dan kemasan plastik. Namun, lantaran sampah-sampah tersebut perlu penanganan khusus, jenis sampah tersebut masuk pada layanan program daur ulang.

Baca Juga  Syarat dan Cara Mengurus Perubahan HGB Jadi SHM

Keseluruhan sampah diterima pada 12 drop box yang berada di lokasi-lokasi strategis di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ada pula yang memanfaatkan layanan sampah diambil oleh kolektor. Jika proses penyetoran sampah telah selesai, pengguna dapat mencairkan penghasilan dari penjualan sampah melalui aplikasi yang sama.

3. eRecycle

Aplikasi eReycle merupakan platform waste management yang terbilang cukup canggih karena dapat mengidentifikasi berbagai macam jenis plastik dengan memindai barcode yang ada di kemasan sampah tersebut. Aplikasi pengangkut sampah ini mengintegrasikan proses penjemputan sampah terpilah berbasis teknologi dengan mitra pengumpul sampah.

Sampah akan ditimbang secara digital dengan akurat dan real time. Sampah terpilah ini akan diganti dengan reward menarik yang dapat didonasikan kepada LSM yang telah bekerja sama.

Aplikasi jual sampah plastik eRecycle ini diluncurkan oleh PT Multi Inti Digital Lestari dan telah diunduh oleh lebih dari 100 ribu pengguna di Google Play Store. Layanannya mencakup wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

4. Duitin

Sama seperti platform waste management lainnya, aplikasi Duitin mengajak masyarakat untuk lebih aktif memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah sehingga bisa mendapatkan ‘kehidupan kedua’ melalui proses daur ulang. Aksi ini memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk bergerak bersama melestarikan alam demi masa depan yang lebih baik.

Sesuai tujuannya, Duitin merupakan singkatan dari Daur Ulang Ini Itu. Untuk itu, aplikasi pengangkut sampah ini memberikan solusi praktis kepada para penggunanya untuk menyetorkan sampah nonorganik lewat ujung jari. Melalui aplikasi Duitin, Anda sebagai pengguna yang disebut Contributor dapat mengatur waktu penjemputan sampah di rumah oleh mitra penjemput atau Duitin Picker.

Baca Juga  Moody’s: Indonesia Negara Layak Tujuan Investasi

Jenis sampah yang dapat disetor pun bermacam-macam, mulai dari plastik, karton, kaca, kaleng alumunium, sampai minyak jelantah. Begitu Duitin Picker tiba, mereka akan memastikan sampah daur ulang yang telah dipilah dan melakukan penimbangan.

Setelah transaksi selesai, Anda akan mendapatkan insentif yang dapat ditunaikan atau ditukar dengan berbagai produk digital. Tentunya, semakin Anda aktif menyetorkan sampah dan mengajak teman-teman Anda menggunakan aplikasi ini, maka semakin banyak reward yang bakal didapat.

5. Rekosistem

Rekosistem adalah rintisan teknologi iklim yang menawarkan layanan pengelolaan dan daur ulang limbah untuk mengoptimalkan rantai nilai limbah. Dikutip dari laman resminya,

Aplikasi Rekosistem akan memudahkan Anda mengelola sampah anorganik dengan memilih fitur “Drop-in” atau menyetorkannya ke drop point maupun stasiun pembuangan terdekat di wilayah Anda. Selanjutnya, sampah anorganik dapat didaur ulang kembali sekaligus bisa meminimalkan penumpukan sampah di TPA.

Aplikasi Rekosistem dapat digunakan untuk masyarakat yang tinggal di Jakarta, Tangerang Selatan, Blitar, Cirebon, dan Semarang. Rekosistem menawarkan insentif menarik berupa Rekopoint yang bisa ditukarkan dengan voucer dan GoPay.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *