in ,

Siemens Bangun Kota Hijau dan Pintar di IKN Nusantara

ikn nusantara siemens
FOTO: IST

Siemens Bangun Kota Hijau dan Pintar di IKN Nusantara

Pajak.com, Kalimantan Timur – Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjalin kerja sama dengan Siemens AG (Siemens) untuk membangun kota hijau dan pintar di IKN Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Utara. Kerja sama ini telah disepakati melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU).

Sekilas mengulas, Siemens adalah sebuah konglomerat multinasional yang berkantor pusat di Munich (Jerman) dan merupakan perusahaan manufaktur industri terbesar di Eropa, dengan kantor cabangnya tersebar di seluruh dunia. Fokus utama perusahaan yang berdiri 1 Oktober 1984 ini fokus pada pengembangan industri, energi, perawatan kesehatan, dan infrastruktur, dan kota.

Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Siemens untuk mewujudkan IKN Nusantara menjadi kota hijau dan pintar. Ia menegaskan, nota kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara kedua belah pihak sehingga dapat bertukar ide, pengalaman dalam perencanaan, dan implementasi konsep kota pintar di IKN Nusantara.

Baca Juga  OJK Ungkap 2 Tantangan Penerapan Prinsip ESG di Sektor Jasa Keuangan

“Nota kesepahaman ini menandai langkah penting untuk mencapai tujuan kami dalam menjadikan IKN (Nusantara) sebagai pusat inovasi dan teknologi, yang menarik dapat pengembangan bisnis dan ekonomi di Indonesia. Kami yakin, kolaborasi dengan Siemens bisa memberikan wawasan dan keahlian yang berharga untuk pengembangan konsep kota pintar sektor energi pintar, kota pintar (smart city), bangunan pintar, infrastruktur mobilitas pintar, dan otomasi industri pintar di IKN Nusantara,” ungkap Bambang dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com, (16/4).

Secara lebih rinci, ruang lingkup kolaborasi Otorita IKN Nusantara dan Siemens, meliputi:

  • Membentuk kelompok kerja dengan para pemangku kepentingan terkait untuk  pengembangan kota pintar dalam lingkup IKN Nusantara;
  • Melakukan studi kelayakan awal di bidang tertentu, namun akan ditentukan kemudian berdasarkan informasi yang tersedia; dan
  • Menjajaki kolaborasi strategis dalam pelaksanaan proyek.
Baca Juga  2 Alasan PP Muhammadiyah Tarik Dana Hingga Rp 15 T dari BSI

“Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut dan memperkuat kemitraan kedua belah pihak. Kota pintar akan menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan kemampuan penghuni, mengurangi biaya dan konsumsi, serta terlibat lebih aktif dan efektif dengan warganya,” tambah Bambang.

Seperti diketahui, total kebutuhan pendanaan pembangunan IKN Nusantara hingga tahun 2024 adalah sebesar Rp 466 triliun. Alokasi anggaran itu rencananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 19 persen dan investasi dari swasta sebesar Rp 377,46 triliun-Rp 393,66 triliun (81 persen). Untuk itu, Pemerintah Indonesia tengah gencar melakukan promosi investasi hingga kesepakatan kerja sama dengan negara maupun perusahaan di pelbagai forum pertemuan dunia.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 3 KEK Baru dengan Potensi Investasi Rp 161 T

Hingga saat ini, Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut, progres pembangunan fisik di IKN Nusantara telah capai 26 persen. Pembangunan itu berupa infrastruktur dasar, seperti infrastruktur air minum, sanitasi, jalan, gedung pemerintahan, dan perumahan.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *