in ,

Siemens Akan Investasi Energi Bersih di Indonesia

Siemens Akan Investasi Energi Bersih di Indonesia
Foto: Kemenves/BKPM

Siemens Akan Investasi Energi Bersih di Indonesia

Pajak.com, Swiss – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan dengan Presiden and Chief Executive Officer (CEO) Siemens Energy Ing-Christian Bruch, di sela gelaran World Economic Forum (WEF), di Swiss, (18/1). Pertemuan ini dilakukan untuk menindaklanjuti komitmen investasi Siemens Energy di Indonesia, khususnya pada bidang energi bersih.

Sekilas mengulas, Siemens Energy adalah divisi bisnis dari perusahaan teknologi global, Siemens. Perusahaan elektronik multinasional yang berpusat di Munich dan Berlin (Jerman) ini berfokus pada produk dan solusi di bidang pembangkitan, transmisi, dan distribusi energi. Sebelumnya, Pada 10 November 2022 lalu, di sela kegiatan KTT G20 Bali, Siemens Energy telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan PT Multi Fabrindo Gemilang (Multifab) untuk kerja sama investasi pada bidang transisi energi. Nilai investasi Siemens Energy di Indonesia diperkirakan mencapai 70-100 juta euro atau setara dengan Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun.

“Saya memberikan apresiasi terbesar kepada Siemens Energy atas segala kerja sama kita selama ini. Terutama terkait transisi energi. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti angin, matahari, dan air, serta luas area yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kami menawarkan investasi untuk industri peralatan panel surya kepada Siemens Energy, karena Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah dengan harga kompetitif, dan produk akhirnya dapat dipasarkan, baik di pasar dalam negeri maupun untuk ekspor,” ungkap Bahlil melalui keterangan tertulis, yang diterima Pajak.com (18/1).

Baca Juga  BEI: Saham Lima Emiten Ini Meningkat di Awal 2022

Ia menekankan, energi hijau telah menjadi kebutuhan global. Pemerintah Indonesia berkomitmen melaksanakan transisi energi menuju energi hijau dan tengah berfokus pada penciptaan nilai tambah yang berorientasi pada industri hijau.

“Kami akan meninjau rencana Siemens (Energy) untuk melakukan investasi di Indonesia pada bidang transisi energi. Pemerintah siap mengawal investasi baru Siemens (Energy) di Indonesia. Kami memastikan dukungannya kepada Siemens Energy terkait peluang investasi ini dan siap untuk berkolaborasi dengan instansi-instansi terkait,” kata Bahlil.

Ia berharap, dengan adanya kerja sama ini Indonesia dapat menjadi penggerak transisi energi pada wilayah Asia-Pasifik. Indonesia diharapkan mampu menjadi produsen energi bersih yang melayani pasar domestik dan negara-negara sekitar.

Baca Juga  Keminves/BKPM: Target Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022

Pada kesempatan yang sama, Presiden dan CEO Siemens Energy Ing- Christian Bruch mengakui Indonesia sebagai negara yang penting bagi Siemens Energy. Untuk itu, perusahaan ingin lebih mengoptimalkan peluang investasi yang ada di Indonesia. Siemens Energy berkomitmen untuk tidak hanya mencari peluang bisnis untuk pasar domestik Indonesia, tetapi juga untuk keperluan ekspor.

“Kami ingin memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia, khususnya terkait dengan transisi energi hijau. Indonesia adalah kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terutama terkait dengan energi. Kami akan menyusun peta jalan kerja sama antara Siemens Energy dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong transisi energi. Ke depannya, bagaimana kita bisa menciptakan sumber energi yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga terjangkau oleh masyarakat luas,” ungkap Christian.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan, menteri ESDM dan Siemens Energy telah melakukan pertemuan untuk membahas tindak lanjut kerja sama dengan PT Pertamina Power (Persero) dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

Baca Juga  Kemenperin Dukung Akselerasi Kendaraan Listrik Hulu-Hilir

Pada 2030, Indonesia menargetkan penambahan pembangkit yang bersumber dari EBT. Ke depan, hidrogen akan didorong secara masif, sehingga suplai listrik di Indonesia sepenuhnya bakal disokong oleh EBT pada 2060. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Siemens Energy dibutuhkan untuk mendukung pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), smart grid, energy storage, teknologi pengembangan hidrogen, hingga kendaraan listrik.

“Siemens Energy juga menyampaikan ketertarikannya untuk mendukung pengembangan sektor energi di IKN (Ibu Kota Negara Nusantara). Siemens Energy sebelumnya memiliki pengalaman untuk pengembangan kota baru di Mesir. Tidak hanya dalam hal pengembangan sektor energi, khususnya energi terbarukan, namun juga pengembangan fasilitas pendidikan dan fasilitas bagi peningkatan kapasitas SDM (sumber daya manusia) pendukung,” ungkap Agung (20/5).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *