in ,

Sinergi PLN dan USAID Percepat Transisi Energi Bersih RI

PLN dan USAID Percepat Transisi Energi
FOTO: Dok.PLN

Sinergi PLN dan USAID Percepat Transisi Energi Bersih RI

Pajak.com, Jakarta – Sinergi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bersama Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (AS) atau United States Agency for International Development (USAID), berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam mempercepat transisi energi bersih RI dan energi berkelanjutan di Indonesia.

Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen di Jakarta.

Dalam MoU tersebut disepakati kemitraan jangka panjang AS dan Indonesia untuk mempercepat transisi energi agar lebih berkelanjutan melalui perluasan akses energi terbarukan dan modernisasi sistem. Adapun kemitraan tersebut merupakan bagian dari bantuan USAID kepada Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, PLN memiliki cita-cita mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 untuk mendukung visi pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Menurutnya, peta jalan (roadmap), tujuan dan strategi telah dibangun, namun pihaknya menyadari masih terdapat tantangan.

Baca Juga  Pertamina Ajak Anak Muda Sukseskan Transisi Energi

PLN termasuk di antara perusahaan penyedia jasa Asia ke-6 yang berkomitmen pada karbon netral. Kami telah mempersiapkan dengan sangat rinci roadmap dan strategi yang mencakup pengembangan energi terbarukan skala besar, penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara, konversi diesel ke pembangkit listrik terbarukan, dan co-firing menggunakan biomassa,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (04/08).

Selain itu, USAID juga akan membantu Indonesia lebih lanjut dalam mengembangkan skenario dekarbonisasi di sektor kelistrikan, seperti tidak lagi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara, dan mengidentifikasi insentif yang dapat meningkatkan investasi energi terbarukan untuk mencapai Indonesia Just Energy Transition Partnership (IJETP) di bawah kepemimpinan AS dan Jepang bersama mitra internasional lainnya.

Ia melanjutkan bahwa keduanya telah berkolaborasi dalam teknis pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) khususnya studi kelayakan, studi dampak, studi teknis, serta perhitungan harga perkiraan pemilik untuk beberapa proyek.

Baca Juga  Pemerintah Naikkan Plafon KUR dan Turunkan Suku Bunga

Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Dominanga, PLTMH Lau Gunung, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Toru Hilir, PLTA Asahan-5, PLTMH Lubu-3, serta PLTMH Sebelat.

“Kami mendukung komitmen pemerintah untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih awal. Saat ini kami telah mengganti 1,1 GWh energi batu bara dengan energi terbarukan. Apakah itu cukup? Tidak. Kami berusaha mengurangi lagi sekitar 2,4 GWh yang saat ini prosesnya tengah berlangsung,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen menyampaikan bahwa dalam memerangi perubahan iklim, transformasi energi bersih Indonesia sangat penting untuk memastikan masa depan bumi yang layak huni bagi semua orang.

“USAID berkomitmen mendukung PLN dalam transisi energi Indonesia. MoU yang kita tandatangani ini akan membawa Indonesia lebih dekat untuk mewujudkan potensi energi penuhnya sekaligus mengurangi ketergantungan pada batu bara dan meningkatkan EBT. Melalui kerja sama ini USAID dan PLN akan meluaskan akses untuk layanan energi yang andal dan terjangkau masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  PIS Siapkan Peta Jalan Energi Ramah Lingkungan

Tidak hanya itu saja, PLN dan USAID pun berencana untuk mempercepat penyebaran energi modern, meningkatkan pertukaran pengetahuan antara pakar energi bersih Indonesia dan AS, menyediakan keahlian teknis dan pengetahuan bagi para penyusun kebijakan yang berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor listrik di Indonesia.

“Kita akan mengakselerasi transisi energi di Indonesia dengan berbagai program kolaborasi antara pemerintah serta dunia internasional. Dalam perjuangan melawan perubahan iklim, transisi energi di Indonesia vital perannya untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua orang di bumi,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0