in ,

PLN Pastikan Pemenuhan Kebutuhan Listrik KEK Gresik

PLN Pastikan Pemenuhan Kebutuhan Listrik KEK Gresik
FOTO: IST

PLN Pastikan Pemenuhan Kebutuhan Listrik KEK Gresik

Pajak.com, Jawa Timur – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero pastikan pemenuhan kebutuhan listrik untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, di kawasan industri Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE), Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. PLN telah menyiapkan pasokan listrik hingga 240 mega volt amphere (MVA) hingga Desember 2024 mendatang.

Komisaris PLN Mohamad Ikhsan menegaskan, PLN akan terus mendukung dan memberikan keluwesan penuh terhadap kebutuhan listrik di lapangan. Bahkan, tarif listrik pun dikenakan sama, sesuai dengan peruntukan pelanggan prioritas.

“Seperti yang kita ketahui ini merupakan proyek strategis nasional, sehingga perhatian pemerintah tertuju penuh ke sini (KEK Gresik). PLN siap memfasilitasi pasokan listrik yang andal (reliability), berkualitas (quality), dan harga yang kompetitif (price) bagi pelanggan industri di seluruh Indonesia,” ujar Ikhsan saat meninjau lokasi Gardu Induk Bungah di kawasan KEK Gresik, dikutip Pajak.com (16/5).

Baca Juga  Sri Mulyani: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Berkisar 5,1 – 5,5 Persen

Hal senada juga diungkapkan Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti. Ia menyatakan, progres penyediaan tenaga listrik di KEK Gresik dipastikan akan mendukung penuh hilirisasi mineral, yang merupakan program prioritas Pemerintah Indonesia.

“Kami akan mengakomodir permintaan daya smelter Freeport (PT Freeport Indonesia) sampai dengan 170 MVA yang terbagi menjadi 4 tahap pada tahun 2023 sampai 2024. Begitu pula dengan permintaan waktu yang dipercepat, akan kami fasilitasi pula meninjau kesiapan kelistrikan kami dari sisi jaringan 150 kV (kilovolt) dan 20 kV,” jelas Edi.

Ia memastikan, PLN juga akan memenuhi kebutuhan daya PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sepanjang tahun 2023 sebesar 30 MVA yang dilayani dari Gardu Induk Bungah. BKMS merupakan perusahaan yang melakukan perjanjian kerja sama sewa tanah dengan Freeport Indonesia untuk membantu pembangunan pabrik smelter tembaga dan pemurnian logam mulia di KEK Gresik.

Baca Juga  Moeldoko: Penerapan Perdagangan Karbon Harus Berjalan Optimal Sebelum Oktober 2024

“Kebutuhan daya BKMS itu terdiri dari kebutuhan Freeport Indonesia dan tenant lainnya dengan total 360 MVA hingga tahun 2025. Untuk permohonan dengan daya hingga 240 MVA akan dilayani dengan menyelesaikan pekerjaan pembangunan yang rencananya energize pada Januari 2024. Secara sistem kami siap,” jelas Edi.

Sebagai informasi, KEK Gresik yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021 ini memiliki kegiatan utama berupa industri smelter nikel dan baja, elektronik, petrokimia, dan energi. Hingga tahun 2030, KEK Gresik diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 199.818 orang. KEK Gresik menargetkan nilai investasi dalam 5 tahun pertama sebesar Rp 71 triliun. Sementara, Freeport Indonesia yang merupakan anchor tenant KEK Gresik tengah mengimplementasikan investasi pembangunan smelter yang mencapai Rp 42 triliun dengan off takers ekspor maupun domestik.

Baca Juga  Polemik UKT Mahal: Asal Muasal dan Respons Pemerintah

Smelter yang ditargetkan beroperasi mulai tahun 2024 ini akan menjadi smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia, luas totalnya sekitar 100 hektare dan kapasitas pengolahan konsentrat sebesar 1,7 juta ton/tahun.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *