in ,

Delegasi Korsel Temui Jokowi, Bahas Investasi Mobil Listrik

Delegasi Korsel jokowi
FOTO: IST

Delegasi Korsel Temui Jokowi, Bahas Investasi Mobil Listrik

Pajak.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Republik Korea (Korea Selatan/Korsel), di Istana Merdeka, (15/5). Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia dan Korsel bersepakat untuk meningkatkan hubungan diplomatik yang akan memasuki usia 50 tahun. Salah satunya, dalam hal peningkatan hubungan kerja sama investasi pengembangan ekosistem mobil listrik di Indonesia.

“Hubungan Indonesia dan Korea (Selatan) sangat baik, apalagi memulai di akhir tahun 2015 sampai dengan ke sini yang ditandai dengan berbagai macam kebijakan perekonomian, salah satu di antaranya adalah menyangkut dengan perdagangan maupun investasi. Korea (Selatan) merupakan mitra penting Indonesia di Asia Timur,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com. 

Menurutnya, kedua negara berpandangan bahwa neraca perdagangan harus terus ditingkatkan. Bahlil mengungkapkan, Jokowi mendorong agar akses ekspor komoditas Indonesia ke Korsel dibuka luas, utamanya untuk komoditas pangan. Secara simultan, diperlukan pula peningkatan investasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Baca Juga  Mau Beli Rumah Subsidi? Ini Syarat dan Tahapan Pengajuan via Aplikasi SiKasep

“Tadi Bapak Presiden Jokowi juga meminta agar akses ekspor komoditas-komoditas kita terutama komoditas pangan bisa dibuka, yakni jeruk, kemudian beberapa komoditas unggulan lain juga perlu dibuka,” tambah Bahlil.

Indonesia memastikan, implementasi konkret dari Indonesia-Korea Economic Partnership Agreement akan mendukung pemenuhan pelbagai target kemitraan ekonomi maupun investasi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi (MoTIE) Korsel Jang Youngjin menyampaikan, tahun depan Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang akan memproduksi ekosistem mobil listrik yang baterainya langsung dari Indonesia.

“Jadi tahun depan kita sudah mempunyai produk baterai mobil yang kemarin satu tahun lalu-dua tahun lalu di-groundbreaking oleh Bapak Presiden Jokowi di Karawang,” kata Bahlil.

Baca Juga  5 Dokumen Penting yang Harus Disimpan setelah Akad KPR

Seperti diketahui, Korsel telah berinvestasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke belakang dalam industri kendaraan listrik, baik produksi baterai dan mobil listrik. Beberapa diantaranya, terbukti PT Hyundai Motors Indonesia yang akan meluncurkan Ioniq 5 (mobil listrik). Kemudian, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution pun telah berkomitmen membangun produksi baterai dengan total investasi sebesar 1,1 miliar dollar AS. Pabrik ini direncanakan selesai pada 2023 dan semester I-2024 akan memproduksi baterai untuk mobil listrik Hyundai dan Kia.

Adapun delegasi Korsel yang juga hadir dalam pertemuan bilateral ini, antara lain, Menteri Pertanian, Pangan, dan Desa Chung Hwang-keun; Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Jang Youngjin; Duta Besar Korsel untuk Indonesia Lee Sang-deok; beserta sejumlah pemimpin perusahaan Korsel.

Baca Juga  OJK Kaji Pendirian “Family Office”, Ciptakan Permintaan Instrumen Keuangan di Indonesia

Selain Bahlil, Jokowi turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara, dan Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *