in ,

Indonesia Pemegang Saham Terbesar Ke-3 IsDB

Indonesia Pemegang Saham Terbesar Ke-3 IsDB
FOTO: KLI Kemenkeu

Indonesia Pemegang Saham Terbesar Ke-3 IsDB

Pajak.com, Arab Saudi – Indonesia resmi menjadi pemegang saham terbesar ke-3 di Islamic Development Bank (IsDB) dari sebelumnya di posisi ke-12. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sejumlah alasan Pemerintah Indonesia meningkatkan kepemilikan saham di IsDB itu.

Sebagai informasi, peningkatan kepemilikan saham Indonesia ditentukan berdasarkan hasil aklamasi Dewan Gubernur IsDB pada Sidang Tahunan IsDB ke-48, di Jeddah, Arab Saudi, (11-13/5). Dengan demikian, kini Indonesia menduduki peringkat pemegang saham IsDB terbesar ke-3, setelah Arab Saudi dan Libya, serta berada di atas Iran, Nigeria, Qatar, Mesir, Kuwait, UAE, dan Turki. Adapun IsDB merupakan lembaga keuangan pembangunan multilateral yang fokus menyediakan pembiayaan syariah untuk pembangunan infrastruktur. Bank yang berkantor pusat di Jeddah (Arab Saudi) ini beranggota 57 negara dengan total kepemilikan modal mencapai 150 miliar dollar AS hingga Mei 2022.

Baca Juga  Lebaran Aman: Modus dan Tip Perlindungan dari Penipuan APK

Sri Mulyani menjelaskan, pertimbangan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham di IsDB, yakni pertama, Indonesia merupakan anggota sekaligus pendiri IsDB sejak 1974. Indonesia terus mengoptimalkan kapasitasnya dan memberikan dampak yang lebih besar dalam agenda pembangunan global.

“Dengan peningkatan kepemilikan saham di IsBD, Indonesia akan bekerja sama lebih erat dengan IsDB untuk memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi umat muslim maupun komunitas global,” tutur Sri Mulyani, dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, (15/5).

Kedua, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia ingin menjadi mitra yang lebih kuat demi meningkatkan peran IsDB, antara lain mewujudkan agenda reformasi dan melaksanakan mandatnya dalam membantu negara-negara anggota, terutama negara-negara anggota miskin dan rentan, serta komunitas muslim di dunia.

“Masyarakat global, dan umat muslim pada khususnya, perlu membangun kembali kerja sama yang lebih baik dan lebih kuat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan perekonomian dunia saat ini. Dengan menjadi pemegang saham terbesar ke-3, Indonesia tidak saja akan menegaskan posisinya di panggung global dengan ikut menentukan arah pembangunan dunia melalui pengaruh keanggotaannya di IsDB,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga  Definisi dan Keuntungan Reksa Dana Penyertaan Terbatas

Dengan demikian, Indonesia ingin dapat secara langsung berperan aktif dalam operasionalisasi IsDB dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta pengentasan kemiskinan di negara-negara anggota IsDB.

“Indonesia dapat semakin mendorong peran IsDB dalam berbagai kegiatan pembangunan di tanah air, termasuk dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Islam. Sampai dengan Desember 2022, IsDB telah memberikan dukungan pembiayaan bagi Indonesia sebesar 6,3 miliar dollar AS, khususnya untuk sektor-sektor seperti pertanian, pendidikan, industri dan pertambangan, melalui berbagai instrumen seperti pembiayaan proyek, pembiayaan perdagangan, dan pemberian bantuan teknis,” ungkap Sri Mulyani.

Ketiga, Indonesia dapat memastikan efektivitas dan keterjangkauan instrumen pendanaan IsDB yang berbasis syariah dalam memberikan dampak dan manfaat yang optimal bagi negara anggota.

Baca Juga  Sisakan THR untuk Investasi, Ini Keuntungan Deposito Syariah

“Hal itu dapat dilakukan melalui pengembangan pembiayaan campuran yang pada prinsipnya mengombinasikan penggunaan dana murah atau hibah dari berbagai sumber, seperti negara dan filantropi. Dengan dana dan fasilitas reguler dari bank pembangunan multilateral, seperti IsDB, ditambah dengan dana komersial yang dapat berasal dari sektor swasta, kesejahteraan negara anggota diharapkan dapat terwujud,” ujar Sri Mulyani.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *