in ,

Ini Pembahasan Pertemuan Jokowi dan Dewan Bisnis AS-ASEAN

jokowi dewan bisnis AS-asean
Foto: Setkab 

Ini Pembahasan Pertemuan Jokowi dan Dewan Bisnis AS-ASEAN

Pajak.com, Jawa Barat – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan delegasi dari Dewan Bisnis Amerika Serikat (AS)-ASEAN atau US-ASEAN Business Council, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, (25/5). Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, pertemuan ini membahas berbagai kerja sama di bidang investasi dan hubungan perdagangan antara AS dan Indonesia, antara lain soal pengembangan mobil listrik hingga pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Sebagai informasi, US-ASEAN Business Council adalah kelompok advokasi yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan hubungan perdagangan antara AS dan 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa (PBB) Asia Tenggara.

Pertama, mengenai bagaimana Indonesia meningkatkan ekosistem dari industri electric vehicle atau mobil listrik yang memang Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar. Kedua, bagaimana Indonesia bisa juga mendapatkan fasilitas untuk masuk di dalam pasar electric vehicle di Amerika Serikat dan bagaimana kita bisa meningkatkan peranan dan juga kemampuan untuk menarik investasi. Dalam pertemuan ini, dari US-ASEAN Business Council menyampaikan concern tertentu di bidang industri energi terutama oleh Exxon. Mereka menyampaikan investasi di Indonesia, baik di (Blok Migas) Tangguh maupun Banyu Urip menunjukkan perkembangan,” ungkap Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com, (26/5).

Baca Juga  Pemerintah Tawarkan ORI025, Imbal Hasil Hingga 6,4 Persen per Tahun 

Selanjutnya, ia menuturkan, Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan transformasi ekonomi, energi keberlanjutan, dan pembangunan IKN Nusantara.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia akan terus melakukan transformasi ekonomi, baik di bidang hilirisasi dan memperkuat ekosistem industri listrik (electric vehicle) dan juga dari sisi sustainable energy termasuk energy transition, dan juga untuk terus mendukung pembangunan IKN (Nusantara),” kata Sri Mulyani.

Ia mengatakan, Jokowi dan sejumlah perusahaan di bidang industri energi membahas mengenai isu perubahan iklim dan pentingnya teknologi carbon capture. Pemerintah Indonesia memastikan, akan mematuhi komitmen dalam menghadapi perubahan iklim.

“Sekarang concern mengenai climate change di mana teknologi carbon capture menjadi penting. Pemerintah akan terus mendukung kebijakan-kebijakan untuk kemandirian dan ketahanan energi di Indonesia dan sekaligus juga comply atau patuh terhadap komitmen climate change di Indonesia,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga  Proyeksi Bisnis Paling Hoki di Tahun Naga Kayu

Terkait dengan ekonomi digital, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus meningkatkan komunikasi mengenai pola perdagangan, mulai dari sisi pelayanan hingga sisi keamanan.

“Kita akan terus meningkatkan komunikasi bagaimana pola perdagangan di mana digital economy makin mendominasi, perlu diimbangi di satu sisi pelayanan yang baik dan juga pelayanan yang makin cepat, namun di sisi lain juga keamanan dan dari sisi integritasnya,” jelas Sri Mulyani.

Kemudian, Presiden Jokowi menekankan bahwa Indonesia sebagai negara di dalam pusat pergolakan geopolitik, sangat perlu untuk melakukan kolaborasi dan kerja sama global dengan semua pihak.

“Ini sesuai dengan tujuan kita untuk terus meningkatkan ekonomi kita, kemandirian ekonomi kita, dan pada saat yang sama kerja sama di antara berbagai negara di dunia,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Efisiensi Biaya Logistik, Jokowi Resmikan Makassar New Port

Selain Sri Mulyani, Jokowi juga didampingi oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *