in ,

Tanda Bisnis Membutuhkan Transformasi Digital

Bisnis Membutuhkan Transformasi Digital
FOTO: IST

Tanda Bisnis Membutuhkan Transformasi Digital

Pajak.com, Jakarta – Nilai transaksi e-commerce di Indonesia sepanjang tahun 2023 mencapai 62 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 18,8 persen dibandingkan sebelumnya. Pemerintah Indonesia pun fokus mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk melakukan transformasi digital. Bagi Anda yang masih belum berani melakukannya, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memberikan insight mengenai tanda-tanda bisnis membutuhkan transformasi digital. 

Apa itu transformasi digital?

Transformasi digital adalah proses yang diterapkan organisasi/perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi digital di semua bidang bisnis. Proses ini secara mendasar mengubah cara organisasi memberikan nilai kepada pelanggan. Perusahaan mengadopsi teknologi digital inovatif untuk membuat perubahan budaya dan operasional yang beradaptasi secara lebih baik dengan perubahan permintaan pelanggan.

Baca Juga  Panduan Mudah Tukar Uang Baru dengan Aplikasi PINTAR

Contoh perusahaan/UMKM melakukan transformasi digital adalah: 

  • Perusahaan mulai membangun solusi digital, seperti aplikasi seluler atau platform perdagangan elektronik;
  • Perusahaan melakukan migrasi dari infrastruktur komputer on-premise ke komputasi cloud; dan
  • Perusahaan mengadopsi sensor pintar untuk mengurangi biaya operasi.

Apa tanda bisnis membutuhkan transformasi digital?

  • Nama perusahaan tidak muncul pada baris utama di Google. Maka, perusahaan perlu melakukan strategi sederhana dan efektif untuk meningkatkan promosi produk, yakni melalui Search Engine Optimization (SEO) dan pemasaran digital;
  • Konsumen hanya membeli produk Anda sekali. Padahal, hasil studi oleh Bain & Co menunjukkan bahwa meningkatkan retensi konsumen sebesar 5 persen dapat meningkatkan keuntungan sebesar 25-95 persen. Untuk mempertahankan pelanggan, maka perusahaan perlu membangun loyalitas dengan menjaga reputasi di media sosial;
  • Kurangnya efisiensi dan produktivitas bisnis;
  • Meningkatnya biaya operasional. Misalnya, biaya sewa yang sangat mahal; dan 
  • Tingkat pergantian karyawan yang tinggi karena menumpuknya pekerjaan. Pergantian karyawan yang tinggi ini juga bisa meningkatkan biaya perusahaan.
Baca Juga  Jokowi: Saham Freeport Naik 61 Persen, 80 Persen Pendapatannya Masuk ke Negara

Bagaimana “tips” melakukan transformasi digital untuk perusahaan? 

  • Manfaatkan sistem penyimpanan cloud untuk memusatkan semua informasi dan dokumen perusahaan, sehingga dapat diakses oleh seluruh perusahaan secara real time. Hal ini bertujuan agar seluruh tim dapat mengambil keputusan yang tepat dan dalam waktu singkat. Teknologi cloud mendorong budaya kerja yang lebih kolaboratif di antara anggota tim;
  • Optimalisasi mesin pencari atau SEO. Strategi ini melibatkan spesialis pemasaran dalam meningkatkan trafik di situs website atau media sosial Anda; dan
  • Penerapan pemasaran digital dengan penghitungan Return on Investment (ROI). Strategi ini dapat dihubungkan dengan penerapan SEO karena keduanya melibatkan penghitungan trafik di mesin pencari; dan
  • Mengandalkan fitur Google Analytics. Fiturnya ini akan menampilkan berapa banyak website perusahaan dikunjungi dalam periode tertentu. Dengan demikian, Anda juga bisa menghitung ROI, jumlah penjualan, dan pendapatan rata-rata secara lebih mudah.
Baca Juga  Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Digital di ASEAN Diproyeksi 2 Triliun Dollar AS

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *