in ,

Kemendag Berkolaborasi Bangkitkan Perekonomian

Kemendag Berkolaborasi Bangkitkan Perekonomian
FOTO: Dok.Biro Humas Kemendag

Kemendag Berkolaborasi Bangkitkan Perekonomian

Pajak.com, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, Kemendag berkomitmen bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku usaha bidang penjualan langsung (direct selling) untuk bangkitkan perekonomian nasional pascapandemi COVID-19. Menurutnya, para insan pelaku penjualan langsung diharapkan juga bisa memasuki pasar internasional.

“Kemendag siap untuk bekerja sama agar perdagangan dan penjualan langsung dapat memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis dan masyarakat, serta memberikan kontribusi dalam kebangkitan perekonomian Indonesia khususnya pascapandemi COVID-19. Kerja sama diperlukan karena kunci keberhasilan bangkit pascapandemi COVID-19 adalah kolaborasi,” ungkapnya pada pembukaan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Award 2022, dikutip Pajak.com pada Senin (16/01).

Berdasarkan data olahan portal Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT) tahun 2022, telah terdaftar 478 Perusahaan Penjualan Langsung. Selain itu, merujuk data publikasi dari World Federation Direct Selling (WFDSA) tercatat bahwa total penjualan langsung Indonesia tahun 2021 mencapai sebesar 1.537 juta miliar dollar AS. Kegiatan usaha penjualan langsung Indonesia tahun 2021 berhasil menyerap 17.240.000 tenaga kerja. Dari jumlah itu, sebanyak 61 persen-nya merupakan tenaga kerja wanita.

Baca Juga  Pemerintah Naikkan Plafon KUR dan Turunkan Suku Bunga

Lebih lanjut, Mendag menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung Indonesia Maju 2045, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,7 persen per tahun dengan terus melakukan reformasi struktural, memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi, serta meningkatkan daya saing ekonomi.

Selain itu, Indonesia diperkirakan menjadi negara berpendapatan tinggi tahun 2036 dan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar ke-5 pada 2045. Dengan menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif, diharapkan bisa meningkatkan jumlah kelas menengah menjadi sekitar 70 persen penduduk Indonesia tahun 2045.

Disamping itu, pertumbuhan global diperkirakan mengalami perlambatan dari 3,2 persen pada 2022 menjadi 2,7 persen persen pada 2023. Sementara untuk inflasi global diperkirakan akan mengalami perbaikan dari 8,8 persen pada 2022 menjadi 6,5 persen tahun 2023. Sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen pada triwulan III tahun 2022. Di tengah risiko pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi, sektor perdagangan dan reparasi mampu mengalami pertumbuhan sebesar 5,35 persen.

Baca Juga  3 Strategi Pemerintah Kembalikan Defisit APBN di 2023

Pada kesempatan tersebut, Mendag juga mengatakan bahwa kinerja perekonomian Indonesia mengalami perbaikan, sehingga mengindikasikan tren pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan semakin menguat.

“Tentu saja perbaikan ini harus dibarengi dengan penanganan pandemi yang semakin membaik, serta pembukaan kegiatan-kegiatan ekonomi bagi masyarakat yang terus berlanjut. Sejalan dengan hal tersebut, dampak secara langsung terhadap iklim usaha yang semakin kondusif pada berbagai sektor diharapkan akan tercipta kembali, termasuk pada bidang penjualan langsung,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *