in ,

INKA Ekspor 226 Gerbong Barang ke Selandia Baru

INKA Ekspor 226 Gerbong Barang ke Selandia Baru
FOTO: IST

Pajak.comMadiun – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepas secara simbolis ekspor tahap pertama sebanyak 262 gerbong barang jenis container flat top wagon ke Selandia Baru, gerbong barang itu diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun, Jawa Timur. Budi menyatakan kebanggaannya atas capaian PT INKA yang telah mampu menciptakan produk dalam negeri dan dapat bersaing di pasar Internasional.

“Kita harus bangga, anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi,” kata Budi saat kunjungan kerjanya ke Madiun, Jumat (31/12).

Di sisi lain, Budi mengemukakan bahwa PT INKA tidak hanya membuat gerbong kereta api, tetapi juga membuat bus listrik yang nanti akan disiapkan untuk perhelatan KTT G20 di Bali dan pembuatan kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia Timur.

Baca Juga  Berikut Insentif Fiskal yang Ditawarkan ke Investor EBT

“Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Ia pun berpesan kepada PT INKA agar terus dapat menjaga kualitas dan harga, yang dapat meningkatkan daya saing produknya di luar negeri.

“Karena pak Presiden Joko Widodo meminta kepada saya untuk terus mengawal produk-produk dalam negeri,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan, ekspor dan pemesan gerbong barang dari PT INKA adalah perusahaan Kiwi Rail, yang merupakan BUMN di Selandia Baru. Perusahaan tersebut bergerak sebagai operator transportasi perkeretaapian dan juga sebagai operator kapal feri antarpulau terbesar di Selandia Baru.

INKA Group, sebagai manufaktur perkeretaapian dan transportasi darat terpadu di Indonesia memperkirakan proyek ini akan selesai dalam 18-20 bulan.

Baca Juga  Realisasi Belanja Turun, Pendapatan Negara Meroket

“Masih ada beberapa paket kerja sama yang akan kita perjuangkan. Semoga PT INKA mendapatkan proyek selanjutnya,” ungkapnya.

Budi Noviantoro berharap, ekspor ini menjadi langkah besar Indonesia—khususnya INKA—untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api di wilayah Oseania. Sebelumnya, PT INKA juga telah melakukan ekspor sebanyak 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia.

Dalam dua tahun terakhir, lanjut Budi, PT INKA secara keseluruhan telah mampu mengekspor beragam jenis produk seperti lokomotif, kereta penumpang, kereta rel listrik, kereta penggerak, gerbong barang, light rail transit, hingga trem bertenaga baterai yang sudah diuji coba sebagai moda alternatif mengatasi kemacetan di perkotaan transportasi perkotaan.

Bahkan, Budi mengklaim bahwa pihaknya juga sudah memproduksi kereta rumah sakit yang bisa digunakan di masa pandemi Covid-19 atau di daerah bencana yang sulit ditembus moda transportasi lain.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *