in ,

Penyebab Menkeu Optimistis Target PNBP 2022 Tercapai

Optimistis Target PNBP 2022
FOTO: IST

Penyebab Menkeu Optimistis Target PNBP 2022 Tercapai

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2022 akan kembali melebih target yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2022. Optimisme ini dilatarbelakangi oleh kinerja PNBP ekspor sumber daya alam (SDA) yang positif kenaikan harga komoditas, terutama minyak dan gas bumi.

Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi PNBP tahun 2021 yang sebesar Rp 149,5 triliun atau tumbuh mencapai 53 persen dibandingkan realisasi pada 2020. Sementara, realisasi PNBP SDA semester I-2022 telah mencapai Rp 114,6 triliun. Sri Mulyani memerinci, realisasi PNBP semester I-2022, bersumber dari pertama, PNBP SDA minyak dan gas (migas) sebesar Rp 74,6 triliun atau tumbuh 86,8 persen dari Rp 39,3 triliun di 2021.

Baca Juga  Rekomendasi Komwasjak, Kawal Reformasi Perpajakan

Realisasi PNBP SDA migas Rp 74,6 triliun itu, meliputi minyak bumi Rp 66,1 triliun dan gas bumi Rp 8,4 triliun. Kedua, penerimaan dari PNBP SDA nonmigas yang tercatat tumbuh 101,8 persen dari Rp 19,8 triliun di semester I-2021 menjadi Rp 40 triliun pada semester I-2022.

“Kita memproyeksikan PNBP dari SDA pada 2022 ini akan melampaui realisasi tahun lalu dan juga melampaui dari target yang ditetapkan oleh APBN maupun revisi target yang ditingkatkan melalui Perpres 54 tahun 2022. Ini upaya yang luar biasa dan membutuhkan resources yang luar biasa biasa juga. Pendapatan dari SDA menjadi salah satu yang diandalkan di dalam prosesnya,” ujarnya dalam webinar Digitalisasi Sebagai Sarana Pencegahan Korupsi: Cegah Korupsi Komoditas dan Optimalisasi PNBP, (3/8).

Baca Juga  Reformasi PPN di UU HPP, Ciptakan Keadilan Masyarakat

Ia kembali menekankan, kinerja PNBP yang gemilang menggambarkan peranan dari komoditas nasional. Artinya, SDA memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pemerintah mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19.

“Kita perlu untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesempatan kerja sehingga mereka yang kehilangan kesempatan kerja maupun yang kehilangan pendapatan selama pandemi bisa kembali pulih. Selama pandemi hampir tiga tahun, dampaknya sangat berpengaruh dan membuat masyarakat mengalami shock yang luar biasa. Tidak hanya dari sisi kesehatan sosial tapi juga ekonomi. Kita perlu memulihkan kembali, (pertumbuhan) masuk pada single digit secara meyakinkan,” urai Sri Mulyani.

Secara simultan, penerimaan negara dari SDA juga dipastikan akan digunakan untuk menurunkan angka kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk miskin Indonesia 2020 mencapai 27,55 juta orang atau naik 2,76 juta orang dibandingkan 2019. Sementara, angka pengangguran di 2020 mencapai 2,57 juta orang dari 29,12 juta penduduk usia kerja.

Baca Juga  Pemerintah Kumpulkan PPh Rp 6 Triliun dari PPS

“Ini sebuah amanat yg harus dan terus perlu kita laksanakan secara konsisten. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya untuk membangun sebuah sistem agar bumi, air dan kekayaan alam benar-benar digunakan untuk kemakmuran rakyat,” jelas Sri Mulyani.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0