in ,

Ekonomi Kreatif Mampu Jadi Lokomotif Pembangunan

Walaupun pandemi Covid-19 membuat PDB atas dasar harga konstan (ADHK) ekonomi kreatif pada 2020 mengalami pertumbuhan minus 2,39 persen, namun subsektor seperti televisi, radio, aplikasi, dan game developer, justru mengalami peningkatan.

“Ini merupakan peluang bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan produk kreatif dengan transformasi digital. Tapi jangan takut kena pajak, karena paradigma lama bahwa pajak itu sesuatu yang menakutkan sudah kita runtuhkan, pajak ini ke depan akan menjadi sahabat kita dalam membangun bangsa. Jadi kita harus mampu untuk mengenal bagaimana caranya kita bisa memberikan kontribusi yang nyata,” tambahnya.

Menteri Sandiaga juga menjelaskan bahwa realokasi anggaran pemerintah dalam menangani Covid-19 pada pelaku UMKM di tahun 2020 sebesar Rp 123,46 triliun. Pelaku UMKM mendapat porsi yang cukup besar, karena pemerintah menyadari betapa penting dan strategisnya UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Di samping itu, salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan bagi pelaku UMKM adalah relaksasi perpajakan, dan bantuan insentif pemerintah lainnya.

Baca Juga  ADB: Penerimaan Pajak Tumbuh 4 Persen di Asia-Pasifik

“Kita perlu melakukan check bagaimana efektivitas dan dampak relaksasi pajak tersebut terhadap UMKM, analisis dengan benar, apa saja yang perlu kita teruskan, apa saja yang perlu kita perbaiki atau ada yang perlu kita tindaklanjut. Oleh karena itu, mari kita berolaborasi sektor perpajakan dan UMKM,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Sandiaga juga meyakini jika ada kendala terkait pembiayaan, ruang produksi, likuiditas, dan protokol kesehatan, hal tersebut dapat diatasi. “Kuncinya UMKM harus mampu berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0