in ,

Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 6,5 M Dollar AS

Neraca Pembayaran Indonesia Surplus
FOTO: IST

Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 6,5 M Dollar AS

Pajak.com, Jakarta – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I- 2023 mengalami surplus sebesar 6,5 miliar dollar AS. Angka ini meningkat dibandingkan kuartal IV-2022 yang juga sudah mengalami surplus senilai 4,7 miliar dollar AS. Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu menegaskan, surplus NPI mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang tetap terjaga di tengah gejolak dan tekanan global.

“Berlanjutnya surplus transaksi berjalan dan meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial menjadi penopang kinerja NPI di kuartal ini. Reformasi struktural untuk mendorong investasi dan hilirisasi industri terbukti berdampak positif bagi kinerja perekonomian nasional, termasuk neraca pembayaran Indonesia,” ujar Febrio dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com(26/5).

Ia menyebutkan, surplus transaksi berjalan di kuartal I-2023 tercatat sebesar 3 miliar dollar AS atau 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Febrio, surplus transaksi berjalan ini masih cukup tinggi, meskipun lebih rendah dari kuartal IV-2022 yang sebesar 4,2 miliar dollar AS.

Baca Juga  PDNS Diserang Siber, Wamenkominfo: Pemulihan Dilakukan Secepatnya

“Surplus ditopang oleh neraca barang yang masih positif, didukung oleh kinerja ekspor yang cukup baik seiring permintaan dari negara mitra dagang dan juga stabilnya surplus pendapatan sekunder. Sementara itu, neraca jasa dan pendapatan primer dari transfer pendapatan investasi langsung dan portofolio mencatatkan defisit yang lebih rendah,” jelasnya.

Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial tercatat sebesar 3,4 miliar dollar AS atau setara dengan 1 persen PDB. Capaian ini meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang senilai 300 juta dollar AS.

“Peningkatan ini ditopang oleh naiknya aliran masuk investasi langsung dan kembalinya investasi portofolio ke Indonesia yang didukung oleh sentimen positif investor luar negeri atas menguatnya fundamental serta prospek ekonomi Indonesia. Kemudian, didukung pula oleh aliran modal masuk ke pasar obligasi pemerintah senilai 4,5 miliar dollar AS. Investasi langsung masuk, terutama mengalir ke sektor manufaktur, sektor listrik, air dan gas, serta sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi,” ungkap Febrio.

Baca Juga  Jokowi Tegaskan Pemerintah Wajib “Back Up” Semua Data Nasional

Ia menjelaskan, surplus aliran modal yang masuk ke dalam negeri akan mendukung pembentukan cadangan devisa. Pada akhir bulan Maret 2023, posisi cadangan devisa tetap terjaga sebesar 145,1 miliar dollar AS atau setara dengan 6,2 bulan impor. Adapun pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah masih berada di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

“Cadangan devisa ini akan terus dijaga sebagai salah satu modal untuk menjaga ketahanan Indonesia terhadap berbagai risiko eksternal ke depan,” tambah Febrio.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono. Ia mengatakan, BI menilai kinerja NPI kuartal I-2023 yang meningkat terus menopang ketahanan eksternal Indonesia. 

Baca Juga  Defisit APBN 2024 Diproyeksi Bertambah Rp 86,9 T dari PDB, Sri Mulyani Beberkan Penyebabnya

“Namun, ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” jelas Erwin.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *