in ,

Kemenperin Yakinkan Nihil Deindustrialisasi di Indonesia

Kontribusi ekspor sektor industri dalam ekspor nasional pada tahun 2020 tercatat sebesar 80,3 persen, dan pada Januari-Juni 2021 tercatat sebesar 78,80 persen yang mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 8,22 miliar dollar AS. Investasi di sektor industri pun terhitung terus meningkat naik sejak tahun 2020 dan pada periode Januari-Juni 2021 lalu tercatat sebesar Rp 167,1 triliun atau naik 29 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019.

Agus mengatakan, ke depan industri perlu beradaptasi dengan dinamika dan tren global untuk menciptakan daya saing dan kemajuan industri. Terutama terkait perubahan teknologi, tuntutan pembangunan industri hijau, dan peningkatan pasar di sektor industri halal. Ia menyebut, tren perubahan teknologi saat ini dan ke depan akan didominasi oleh teknologi informasi dan komunikasi, internet of things, wearable devices, otomatisasi dan robotik, serta artificial intelligence.

Agus menegaskan, pemerintah akan mengintensifkan implementasi kebijakan Making Indonesia 4.0 sebagai inisiatif untuk percepatan pembangunan industri memasuki era industri 4.0. Penerapan ini akan mendorong revitalisasi sektor manufaktur agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas. Ia optimistis, kesuksesan implementasi Making Indonesia 4.0 akan mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 2 persen per tahun, meningkatkan kontribusi industri manufaktur dalam PDB sebesar 25 persen pada 2030, meningkatkan jumlah lapangan kerja dari 20 juta ke 30 juta lapangan kerja pada 2030, dan terhindar dari adanya deindustrialisasi di Indonesia.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *