in ,

Perry Warjiyo Yakin Ekonomi Indonesia di 2022 Akan Pulih

Perry Warjiyo Yakin Ekonomi Indonesia di 2022 Akan Pulih
FOTO: IST

Pajak.comJakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis perekonomian Indonesia pada 2022 akan pulih dan semakin membaik, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 4,7-5,5 persen.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia itu diyakini lebih tinggi dari tahun ini di rentang 3,2-4 persen. Kondisi ini diungkapkan Perry terutama karena didukung oleh konsumsi swasta yang meningkat, kinerja ekspor yang ditopang oleh peningkatan harga komoditas dengan volume tinggi, serta belanja fiskal pemerintah yang tetap terjaga.

Dus dari sisi investasi, ada pemulihan dari beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sebelumnya sempat terhenti akibat pandemi, kini kembali dilanjutkan. Lalu, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) juga akan meningkat.

Baca Juga  Menkeu: Tiga Sektor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

“Hal ini sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat, pembukaan sektor ekonomi yang luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut,” katanya dalam webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bertema “Outlook Perekonomian Jakarta 2022: Herd Immunity dan Pemulihan Ekonomi”, Jumat (24/12).

Dari sisi inflasi, Perry memperkirakan masih terkendali di level 3 persen plus minus 1 persen. Sementara pertumbuhan kredit perbankan di tahun depan akan tumbuh 6 persen sampai dengan 8 persen sejalan dengan pemulihan ekonomi dengan kondisi likuiditas perbankan yang masih melimpah. Lantaran demikian, Perry juga mengingatkan sejumlah risiko global yang perlu diwaspadai ke depannya.

Pertama, normalisasi kebijakan moneter negara maju. Langkah normalisasi kebijakan negara maju akan berdampak pada terbatasnya aliran modal asing sehingga akan menekan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga  Indonesia-Malaysia Perkuat Penggunaan Mata Uang Lokal

Dia menyebut, normalisasi kebijakan negara maju yang akan memberikan efek rambatan ke negara berkembang menjadi salah satu fokus pembicaraan di dalam pertemuan Presidensi G20 Indonesia.

“Ini memang harus kita upayakan di Presidensi G20 agar direncanakan secara baik, dikalibrasi secara baik, dan terutama dikomunikasikan secara baik,” imbuhnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *