in ,

Aset Kekayaan Negara Meningkat Jadi Rp 11 Triliun

Aset Kekayaan Negara Meningkat Jadi Rp 11 Triliun
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, aset kekayaan negara atau barang milik negara (BMN) mencapai Rp 11.098,67 triliun pada 2020. Jumlah itu meningkat sebesar 6,02 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 10.467,53 triliun. Peningkatan aset kekayaan negara merupakan buah dari revitalisasi yang dilakukan pemerintah pusat dan kementerian dan lembaga (K/L).

“Kenaikan nilai aset negara kita lebih dari Rp 4.000 triliun, tepatnya Rp 4.397 triliun,  ini adalah sisi neraca yang tidak dibahas karena yang sering dilihat adalah sumbernya penerimaan. Mengelola aset identik dengan mengelola kepercayaan masyarakat. Perlakuan suatu negara dalam mengelola aset menunjukkan karakter bangsa itu dan peradabannya. Maka, ini sebetulnya upaya kita bersama untuk terus membangun karakter bangsa Indonesia dan peradaban bangsa Indonesia,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam webinar bertajuk Apresiasi Kekayaan Negara, pada (15/11).

Baca Juga  Menparekraf: Keberhasilan Pariwisata Berkelanjutan di AS

Ia yakin pengelolaan aset negara yang tepat akan memberikan dampak ekonomi maupun manfaat nonfinansial yang maksimal, seperti penggunaan untuk merespons Covid-19. Ia memberi contoh, konversi aset menjadi rumah sakit darurat seperti wisma atlet, asrama haji, dan asrama pelatihan untuk tempat isolasi mandiri di berbagai daerah.

“Itu manfaat aset kita, BMN. Pada saat kita menghadapi musibah dan ternyata bisa kita manfaatkan, itu mengurangi biaya membangun dari awal dan menciptakan efisiensi dan efektivitas bagi kita dalam memanfaatkan aset milik negara,” kata Sri Mulyani.

Selanjutnya, pengelolaan aset sudah seharusnya tidak hanya terjadi pada fase pembangunan, namun juga dimulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penilaian, hingga penghapusannya harus menggunakan prinsip tata kelola yang baik. Seluruh proses ini juga menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga  Mendag: Tindak Tegas Penyelewengan Minyak Goreng

“Saya meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara  sebagai punggawa penjaga aset juga satuan kerja pengguna di K/L untuk menjaga agar tidak ada aset yang idle. Pemanfaatan BMN yang dibangun harus dipikirkan secara maksimal,” kata Sri Mulyani.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *