in ,

Ione Gerdina, Menjadikan Sosok Ayah sebagai “Role Model” Konsultan Pajak

Ione Gerdina
FOTO: TaxPrime

Ione Gerdina, Menjadikan Sosok Ayah sebagai “Role Model” Konsultan Pajak

Pajak.com, Jakarta – Delapan tahun berkarier sebagai seorang konsultan pajak bukanlah waktu yang sebentar bagi Ione Gerdina. Sudah banyak cerita dan pengalaman yang dilalui Ione sebagai Tax and Accounting Supervisor di perusahaan konsultan pajak ternama, TaxPrime.

Dalam kesempatan berbincang dengan Pajak.com, Ione mengungkap figur yang dijadikannya sebagai panutan (role model) dalam berkarier. Sosok tersebut tak lain adalah ayahnya sendiri, yang diakuinya memiliki kepribadian jujur dan kerap memberi nasihat untuk tetap bersikap rendah hati.

“Kalau untuk role model, itu ayah saya sih. Kenapa? Saya melihat dalam berpikir, dalam bertindak, mungkin juga kejujuran, beliau selalu mengatakan untuk meng-upgrade diri kita. Artinya, tidak pernah memiliki sifat cepat puas. Hal yang positif tentunya dan tetap menjaga sikap rendah hati,” ujar Ione kepada Pajak.com dalam sebuah wawancara di Kantor TaxPrime, Menara Kuningan, Jakarta, (21/2).

Lebih lanjut, Ione berbicara mengenai latar pendidikannya yang merupakan lulusan akuntansi. Ione mengaku begitu tertarik dengan ilmu perpajakan, yang menurutnya bukan hanya semata-mata membahas persoalan pajak.

Baca Juga  Akuntan Pajak: Arsitek Keuangan dan Penguat “Self-Assessment”

“Saya lulusan akuntansi, dan tentunya ilmu akuntansi berhubungan dengan perpajakan. Kenapa tertarik? Karena ilmu perpajakan sendiri ini juga menggabungkan akuntansi dan hukum, kemudian kita juga membantu mencari solusi atas permasalahan perpajakan Wajib Pajak,” tutur Ione.

Menurut Ione, ilmu perpajakan memiliki dampak sosial yang signifikan. Seperti pendapatan pajak digunakan untuk mendukung layanan publik yang esensial dan juga perpajakan berperan krusial atau penting dalam pengambilan keputusan bisnis keuangan di dalam perusahaan.

Sebelum berkarier di TaxPrime, Ione lebih dulu bekerja sebagai eksternal auditor di sebuah kantor akuntan publik. Yang mana, ia ditugaskan untuk mengaudit analisis terkait laporan keuangan.

Selain mengaudit analisis laporan keuangan, Ione diberi kesempatan untuk terlibat dalam divisi perpajakan. Hal tersebut pula yang menjadi bekal bagi Ione sebelum akhirnya melangkah dan berkarier sebagai konsultan pajak di TaxPrime.

Berkarier di TaxPrime, sudah banyak hal yang Ione kerjakan. Ione menjelaskan cukup rinci soal tugas-tugas yang selama ini ditangani olehnya seperti membantu Wajib Pajak dalam kepatuhan pajak atau tax compliance seperti penghitungan dan pelaporan pajak bulanan dan pajak tahunan,  juga terkait pemeriksaan pajak atau tax audit dan VAT refund assistance, tax diagnostic review dan tax advisory. Saya juga membantu untuk hand to hand service, jadi membantu klien mulai melakukan penjurnalan akuntansi sampai laporan keuangan, kemudian juga membantu  penghitungan terkait pajak bulanan dan tahunan. Dan tentunya, memitigasi risiko perpajakan yang nantinya akan muncul terhadap Wajib Pajak ke depannya,” papar alumnus Prodi Akuntansi Universitas Trisakti ini.

Baca Juga  Rizal Khoirudin, Menjunjung Integritas dan Membentuk Kepatuhan Wajib Pajak

Saat ditanya perihal yang mengesankan selama menjadi konsultan pajak di TaxPrime, Ione mengaku adalah saat membantu menangani pemeriksaan pajak dan mendampingi klien pertama kali.

“Menurut saya kan konsultan pajak itu perannya sebagai penghubung atau jembatan antara Wajib Pajak dan otoritas pajak. Nah, dengan berkontribusi membantu klien tersebut yang menjadi pengalaman yang berkesan,” kata Ione.

Menjadi bagian dan bekerja di lingkungan TaxPrime, Ione merasa dirinya terus berkembang. Sebab, perusahaan konsultan ini mengharuskan para karyawan untuk terus belajar dan TaxPrime juga mendukung dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang ada.

Ke depannya, Ione berharap bisa terus berkontribusi untuk TaxPrime secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum. Bukan hanya itu, ia berkeinginan untuk meningkatkan keterampilan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di bidang perpajakan.

Baca Juga  Rizal Khoirudin, Menjunjung Integritas dan Membentuk Kepatuhan Wajib Pajak

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *