in ,

Demi Tesla, India Tengah Godok Kebijakan Pajak Impor Rendah

India Tengah Godok Kebijakan Pajak Impor Rendah
FOTO: IST

Demi Tesla, India Tengah Godok Kebijakan Pajak Impor Rendah

Pajak.com, New Delhi – Menyusul usulan Tesla yang dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk masuk ke pasar domestik India, Pemerintah India tengah godok kebijakan pajak impor yang lebih rendah bagi produsen kendaraan listrik yang berkomitmen untuk melakukan sebagian produksi lokal. Kebijakan yang sedang dipertimbangkan itu bisa memungkinkan produsen mobil untuk mengimpor kendaraan listrik (EV) yang sudah jadi ke India dengan pajak yang lebih rendah hingga 15 persen, dibandingkan dengan 100 persen yang berlaku saat ini.

Nantinya, insentif baru itu bakal diberlakukan untuk mobil yang harganya di atas 40 ribu dollar AS. Sementara tarif pajak sebesar 70 persen berlaku untuk sisanya. Menurut seorang pejabat senior Pemerintah India, model Y Tesla yang paling laris dijual di negara Bollywood ini mulai dari 47.740 dollar di AS sebelum kredit pajak.

“Ada pemahaman dengan usulan Tesla dan pemerintah menunjukkan minat,” kata pejabat yang mengetahui masalah tersebut, dikutip dari The Economic Times, Sabtu (26/8).

Jika kebijakan seperti itu diterapkan, maka Tesla—jika jadi berinvestasi di India—bisa menekan biaya impor EV menjadi sangat rendah. Di sisi lain, hal ini juga bisa membuka pintu bagi produsen mobil global, di luar Tesla, untuk menembus pasar mobil terbesar ketiga di dunia di mana penjualan EV kurang dari 2 persen dari total penjualan mobil, tetapi tumbuh pesat.

Baca Juga  Dicap “Kampung Maling”, Camat Sukolilo: Warga Baik dan Taat Pajak

Pajak impor yang lebih rendah bisa membantu Tesla menjual seluruh modelnya di India, dan bukan hanya mobil baru yang ingin dibuatnya secara lokal. Negara-negara lain telah mengambil langkah-langkah serupa untuk mendorong komitmen pembuatan EV.

Indonesia misalnya, telah menawarkan untuk mengurangi bea masuk dari 50 persen menjadi nol bagi pembuat EV yang merencanakan investasi, langkah yang ditujukan untuk menarik pemain Tiongkok dan Tesla. Menurut The Economic Times, Kementerian Perdagangan dan Keuangan India serta Tesla tidak menanggapi permintaan komentar.

Pasalnya, kebijakan tersebut masih dalam tahap awal pembahasan. Artinya, tarif pajak itu bisa saja berubah saat kebijakan itu diketok.

Banyak pembahasan

Tesla pertama kali mencoba masuk ke India pada 2021 dengan mendesak pejabat untuk menurunkan pajak impor 100 persen untuk EV. Tahun lalu, pembicaraan antara Tesla dan Pemerintah India gagal saat pejabat India menyatakan bahwa perusahaan harus terlebih dahulu berkomitmen untuk produksi lokal.

Baca Juga  Tingkatkan Kesepahaman dan Kepatuhan Pajak, ALFI Dorong Pembentukan Tim Kerja dengan DJP 

Baru-baru ini, Tesla telah memberi tahu pejabat India bahwa mereka tertarik untuk mendirikan pabrik lokal dan membuat EV baru yang berharga di kisaran 24 ribu dollar AS, sekitar 25 persen lebih murah dari model masuknya saat ini, untuk pasar India dan ekspor.

Di luar AS, Tesla saat ini memiliki pabrik di Shanghai—pabrik terbesarnya di dunia—dan satu lagi di luar Berlin. Perusahaan besutan Elon Musk itu sedang membangun pabrik baru di Meksiko yang akan fokus pada platform EV massal baru yang digadang-gadang akan memangkas biaya bagi konsumen.

Sementara untuk India, Eksekutif Senior Kebijakan Publik dan Pengembangan Bisnis Tesla Rohan Patel telah dalam beberapa minggu terakhir bertemu secara pribadi dengan pejabat tinggi. Perdana Menteri India Narendra Modi, yang melakukan pembicaraan dengan CEO Elon Musk pada Juni lalu juga terus memantau kemajuan ini secara cermat.

Tesla juga dikabarkan memberi tahu pejabat India bahwa pabrik India potensial bisa beroperasi dengan kapasitas penuh pada 2030. Kala itu, pejabat India juga telah menekankan tidak akan ada insentif khusus untuk masuknya Tesla ke pasar India. Adapun usulan Tesla mengenai pajak impor rendah, yang kini tengah dibahas Pemerintah India, adalah untuk membuat kedua belah pihak senang.

Baca Juga  Kanwil DJP Jakbar Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Perpajakan dengan Kejati Jakarta

Namun, New Delhi akan bergerak lambat dalam mempertimbangkan usulan kebijakan ini, karena penurunan pajak pada EV impor bisa mengganggu pasar dan membuat dongkol pemain lokal seperti Tata Motors dan Mahindra and Mahindra yang sedang berinvestasi untuk membangun mobil listrik di India.

“Ini akan melalui banyak pembahasan, meskipun pemerintah tertarik mendapatkan Tesla. Itu karena dampaknya pada pemain domestik,” kata pejabat India itu.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

194 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *