in ,

Mengenal Pengertian dan Keunggulan Gadai Efek

Keunggulan Gadai Efek
FOTO: IST

Mengenal Pengertian dan Keunggulan Gadai Efek

Pajak.com, Jakarta – Apakah Anda tahu, untuk mencairkan produk investasi tidak hanya dengan cara menjualnya. Saat ini, produk pinjaman dengan agunan berupa surat berharga sebagai jaminan pinjaman atau gadai. Salah satu layanan yang dapat Anda manfaatkan adalah gadai efek. Lantas, apa itu gadai efek dan apa saja keunggulannya? Dikutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, berikut ulasan lengkapnya.

Pada prinsipnya gadai efek sama dengan kredit gadai, yang berbeda hanya jaminan yang digunakan. Jika kredit gadai umumnya menggunakan benda berupa surat tanah, kendaraan, atau perhiasan sebagai jaminan, gadai efek menggunakan surat berharga sebagai jaminan pinjaman.

Gadai efek merupakan layanan pemberian pinjaman dengan jaminan berbentuk saham dan/atau obligasi tanpa warkat (scriptless) yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui gadai efek, Anda dapat memperoleh pinjaman yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, baik produktif maupun konsumtif. Bahkan, pinjaman tersebut juga bisa dipakai untuk menambah portofolio atau reinvestasi.

Namun yang perlu Anda perhatikan adalah saat ini tidak semua saham maupun obligasi bisa dijadikan agunan dalam gadai efek. Kriteria saham yang dapat dijadikan agunan harus masuk IDX 80 dengan rasio haircut Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) kurang dari 30 persen dan obligasi merupakan obligasi pemerintah (ORI dan SUN) tanpa minimum jatuh tempo. Ketentuan ini penting, untuk menjamin nilai agunan tetap stabil sampai dengan masa perjanjian pinjaman selesai.

Baca Juga  BKPM: KIT Batang Tawarkan Keuntungan Investasi

Lalu berapa plafon pinjaman yang dapat diajukan? Sama seperti kredit gadai lainnya besaran pinjaman yang diajukan bergantung dengan nilai agunan. Dalam hal ini, gadai efek memberikan rasio pinjaman terhadap nilai agunan efek yang dijaminkan atau loan to value (LTV) sebesar 65 persen untuk saham dan 90 persen untuk obligasi.

Sebagai contoh, jika Anda ingin menggadaikan obligasi dengan nilai portofolio sebesar Rp 1.000.000, artinya pinjaman yang dapat diajukan maksimal sebesar Rp 900.000. Sementara untuk menghitung nilai pinjaman dari gadai efek berupa saham perlu mempertimbangkan harga penutupan saham dan nilai haircut. Jika asumsi rata-rata harga saham pada saat penutupan Rp 1.000 dan Anda memiliki 1000 lembar atau 10 lot saham, maka perhitungannya sebagai berikut.

  • Asumsi rata-rata harga saham pada saat penutupan Rp 1.000
  • Nilai 1000 lembar atau 10 lot saham Rp 1.000 x 1.000 = Rp 1.000.000
  • Haircut Rp 1.000.000 x 30% = Rp 300.000
  • Taksiran dengan hair cut Rp 1.000.000 – Rp 300.000 = Rp 700.000
  • Uang pinjaman maksimal = Rp700.000 x 65% = Rp 455.000
Baca Juga  BEI: Pasar Modal Masuk Kategori Positif

Keunggulan

Dari sisi keunggulan, gadai efek tidak berpindah kepemilikan. Dimana efek tetap dimiliki oleh nasabah karena menggunakan perikatan gadai, hak melekat tetap dimiliki, dan memiliki tujuan penggunaan serba guna. Selanjutnya, gadai efek juga memiliki jangka waktu yang fleksibel yaitu 90 hari dan dapat diperpanjang, memiliki sewa modal yang kompetitif dan biaya administrasi ringan.

Menariknya, gadai efek tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh individu, tetapi juga korporasi. Artinya perusahaan yang memiliki aset berupa surat berharga juga dapat melakukan gadai efek untuk menambah likuiditas keuangan dalam jangka pendek. Plafon pinjaman yang diberikan untuk nasabah individu adalah Rp 1 juta hingga Rp 5 miliar dan Rp 1 juta sampai Rp 20 miliar untuk nasabah korporasi. Keduanya memiliki tenor 90 hari dan bisa diperpanjang setelah melakukan pengajuan perpanjang perjanjian gadai.

Selain itu, gadai efek memberikan pilihan yang menarik karena dapat mencairkan saham atau obligasi tanpa menghilangkan status kepemilikan seperti jika menjualnya. Dengan layanan tersebut, kepemilikan efek serta hak corporate action masih akan melekat kepada nasabah. Layanan ini cocok bagi Anda yang membutuhkan dana likuid dalam jangka pendek, namun tidak ingin menjual aset investasi secara permanen.

Baca Juga  Pengertian dan Penggunaan Bank Garansi

Selain mengenal keunggulan, ada baiknya jika Anda juga perlu mengenali risiko dari gadai efek. Sama seperti layanan gadai lainnya, terdapat risiko gagal bayar jika Anda tidak memenuhi kewajiban pelunasan sesuai tanggal jatuh tempo dan lelang yang tertera pada akad kredit. Jika gagal bayar maka jaminan akan dijual melalui mekanisme bursa pada umumnya (mekanisme lelang) yang selanjutnya hasil penjualan tersebut digunakan untuk melunasi pinjaman.

Tidak hanya itu saja, sebagai produk investasi, surat berharga juga memiliki risiko fluktuasi harga, sehingga dapat dilakukan lelang jika efek mengalami penurunan. Untuk mencegahnya nasabah perlu menambah saldo atau dana untuk menambah nilai agunan efek.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *