in ,

Mau Investasi? Ini Tipnya Bagi Pemula

Mau Investasi? Ini Tipnya Bagi Pemula
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Bagi Anda pemula yang baru mulai berinvestasi, sebaiknya pilih emas, deposito, reksa dana, obligasi, atau saham?

Chief Investment Officer PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors) Erik Argasetya menyarankan, agar investor pemula dapat memilih investasi yang mudah dicairkan, jangka pendek atau menengah, dan berisiko rendah. Apalagi di situasi pandemi Covid-19 dan masa pemulihan ekonomi. Jenis investasi bisa berupa reksa dana, deposito, bahkan saham.

“Saya lebih prefer aset yg likuid, ya. Karena menyiapkan ada keperluan mendadak. Bisa seperti obligasi, saham atau reksa dana langsung. Jadi lebih mengikuti perkembangan pasar,” kata Erik, kepada Pajak.compada Minggu pagi (21/2).

Baca Juga  Begini Kinerja Bursa Pekan Terakhir April

Untuk saham, Erik merekomendasikan sektor pertambangan terutama nikel. Karena tren dunia saat ini adalah pengembangan mobil listrik. Selain itu, sektor kesehatan masih menjadi primadona di lantai bursa.

Sementara menurut Erik, emas adalah investasi jangka panjang. Terlebih harganya tengah mengalami penurunan. Jika kondisi semakin turun, tidak dianjurkan untuk mengikuti program cicil emas atau nabung emas.

“Kalau emas soalnya lebih cyclical dan biasanya lebih diambil kalau pasar lagi bergejolak. Kalau sekarang, kan, sudah mulai pulih ekonomi. Biasanya pergerakan emas jadi lebih terbatas,” lanjut Erik.

Menurutnya, hal utama yang harus diperhatikan investor pemula adalah menentukan kebutuhan dan tujuannya berinvestasi. Jangan sampai terjebak oleh tren semata.

Baca Juga  BEI: Pasar Modal Indonesia Bergerak Positif

Mengutip buku Reksa Dana yang ditulis Founder Investashe.com Aliyah Natasya dan Sekar Savira, ada tiga tipe investor. Pertama, tipe konservatif, yaitu investor yang khawatir dan tidak nyaman jika modalnya berkurang. Jika Anda termasuk tipe ini, maka pilihlah produk investasi yang aman; imbal hasil yang tidak terlalu besar tetapi stabil kinerjanya; serta memiliki jangka waktu satu hingga tiga tahun. Investasi yang direkomendasikan adalah reksa dana.

Kedua, tipe moderat, yaitu investor yang bisa menerima risiko kecil; siap menerima fluktuasi; berharap imbal hasil lebih tinggi dari inflasi; serta jangka waktu berinvestasi tiga sampai lima tahun. Anda bisa memilih deposito, obligasi, atau emas.

Baca Juga  Edukasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TKO Summit 2021

Ketiga, tipe agresif, yakni investor yang sudah mengerti kondisi pasar yang fluktuatif; siap menerima keuntungan maupun rugi; dan  memilih jangka waktu berinvestasi tiga sampai lima tahun. Tipe ini biasanya memilih saham.

Selain itu, menurut Erik, investor harus cermat sebelum mengambil keputusan. Investor harus rajin melakukan review dan rebalance portofolio investasinya.

“Satu hal yang harus diingat risk profile seorang investor pun dapat berubah sesuai dengan tujuan investasi yang berubah, usia, kondisi finansial dan juga kondisi pasar seperti yang terjadi saat ini,” tambahnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0