in ,

KEK Singhasari Malang Diresmikan

KEK Singhasari Malang Diresmikan
FOTO: IST

KEK Singhasari Malang Diresmikan

Pajak.com, Jawa Timur – Pemerintah resmi mengoperasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang, Jawa Timur. KEK ini diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan kelas dunia serta jantung ekonomi kreatif dan digital. Bersamaan dengan KEK Singhasari Malang diresmikan, investor memiliki hak pemanfaatan fasilitas serta kemudahan. Salah satunya, beragam insentif pajak, diantaranya berupa tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk, serta pembebasan pajak daerah maupun retribusi daerah.

Plt. Sekjen Dewan Nasional KEK Elen Setiadi menjelaskan, penetapkan KEK Singhasari telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019. Peresmian KEK Singhasari juga dilandasi dengan penerbitan Surat Keputusan Menteri Koorinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK Nomor 2 Tahun 2022.

“Dalam konteks pendidikan di dunia, ada peningkatan inisiasi atas pendidikan transnasional dan kemitraan global. Hal ini terlihat dari banyaknya perguruan tinggi dari negara maju yang melebarkan jangkauan ke negara berkembang. Dalam hal ini Indonesia masuk sebagai target di posisi atas untuk pengembangan tersebut. Kami siapkan di KEK Singhasari ini,” jelas Elen dalam acara Peresmian KEK Singhasari, dikutip Pajak.com (24/11).

Baca Juga  Pengenaan Pajak atas Transaksi Elektronik Marketplace

Ia mengungkapkan, King’s College London akan hadir di KEK Singhasari. Seperti diketahui, King’s College London merupakan salah satu universitas peringkat 37 dunia dan peringkat 7 di Inggris.

“Rencananya, King’s College London bersama Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan bermitra untuk mewujudkan pengembangan pendidikan transnasional di Indonesia,” ujar Elen.

Kemudian, selain insentif fiskal, pemerintah juga memberikan fasilitas nonfiskal kepada badan usaha dan pelaku usaha di KEK Singhasari, meliputi fasilitas khusus di bidang ketenagakerjaan, pertanahan, keimigrasian, kemudahan lingkungan hidup, serta dukungan infrastruktur yang terintegrasi.

“Dengan memanfaatkan fasilitas dan kemudahan yang ada, badan usaha dapat lebih meningkatkan daya saingnya dalam menarik investasi. Di saat yang sama, fasilitas dan kemudahan tersebut mampu mengoptimalkan kegiatan berusaha para pelaku usaha di KEK Singhasari,” kata Elen.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Fauzan memastikan, UMM siap membangun kampus dengan program Center Future of Work di KEK Singhasari pada tahun 2023. Rencananya, kampus itu berdiri di atas tanah seluas 9,7 hektare, terdiri dari 1,7 hektare milik UMM dan sisanya penyertaan dari PT Intelegensia Grahatama selaku badan usaha pembangunan dan pengelola KEK Singhasari.

Baca Juga  Pajak Bertutur 2022, Bangun Kesadaran Pajak Masyarakat

“Kebutuhan investasi pembangunan Center Future of Work mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Karena itulah, dalam pelaksanaannya UMM akan menggandeng berbagai institusi untuk mewujudkan program tersebut. Program ini semacam workshop untuk pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) berbasis digital. Maka, diperlukan banyak laboratorium sehingga menghasilkan produk,” jelas Fauzan.

Hal senada juga diungkapkan CEO PT Intelegensia Grahatama David Santoso. Ia menyebut, rencana pembangunan institusi pendidikan direncanakan untuk diimplementasikan pada tahun 2023 dan dapat beroperasi pada 2024.

“Insentif dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang sangat signifikan. Investor yang berinvestasi Rp 40 miliar ke atas akan mendapatkan pembebasan pajak dan retribusi daerah selama 10 tahun,” ujar David.

Plh Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak optimistis, keberadaan KEK Singhasari dengan mengembangkan ekonomi digital sangat tepat, terutama pendidikan digital. Sebab perkembangan teknologi saat ini sangat cepat, sehingga diperlukan dukungan SDM yang andal.

“Lokasi KEK Singhasari yang berada di Kabupaten Malang juga strategis karena dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian selatan,” tambah Emil.

Baca Juga  Jokowi: Lapor SPT Tahunan Mudah Lewat e-Filing

Sebagai informasi, mengutip situs resmi KEK Singhasari, keunggulan KEK ini bertumpu pada lokasi Kabupaten Malang yang memiliki orientasi geografis wilayah, yakni berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Perak, serta terkoneksi dengan ruas tol Pandaan – Malang.

Selain itu, populasi Malang Raya yang besar dan mempunyai keunggulan indeks pembangunan manusia (IPM) di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur akan menjadi modal pengembangan sumber daya manusia potensial, khususnya pengembangan ekosistem digital dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, keunggulan geostrategis wilayah yang dimiliki KEK ini adalah sektor pariwisata dengan tema heritage and historical tourism.

Tema ini didukung oleh kawasan sekitar yang mempunyai nilai situs sejarah kerajaan di Indonesia. Konsep KEK Singhasari akan mengembangkan platform economic digital. Maka dari itu, KEK ini diproyeksikan menjadi sinergis antara pengembangan pariwisata dengan ekonomi digital. KEK Singhasari diproyeksikan mampu menarik investasi sebesar Rp 11,92 triliun dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 6.863 tenaga kerja hingga tahun 2030.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *