in ,

Cara Penghapusan NPWP Keluarga yang Meninggal

Cara Penghapusan NPWP
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Bila ada keluarga yang telah meninggal, penting bagi ahli waris mengajukan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) almarhum/almarhumah. Sebab, bila tidak, Wajib Pajak yang telah meninggal tetap harus melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan dan bisa menerima sanksi atau Surat Tagihan Pajak (STP). Bagaimana cara mengajukan penghapusan NPWP itu? Pajak.com akan mengulasnya berdasarkan aturan yang berlaku.

Apa itu NPWP?

Berdasarkan Pasal 1 UU Nomor 28 Tahun 2007, NPWP adalah identitas atau tanda pengenal bagi Wajib Pajak yang diberikan DJP.

Apa dasar hukum mengenai penghapusan NPWP?

Penghapusan NPWP mengacu pada Pasal 12 Ayat 1 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.03/2017. Dalam peraturan itu disebutkan, penghapusan boleh dilakukan terhadap Wajib Pajak yang sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif maupun objektif sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan. Berdasarkan ketentuan PMK Nomor 47 Tahun 2017, ada 13 kondisi yang memungkinkan NPWP dihapus, salah satunya adalah saat Wajib Pajak sudah meninggal dan tidak meninggalkan warisan atau warisan telah habis terbagi.

Baca Juga  Cara Menyampaikan Pengaduan Perpajakan ke DJP
Siapa yang boleh mengajukan penghapusan bagi Wajib Pajak yang sudah meninggal?

Berdasarkan PMK Nomor 147 Tahun 2017, permohonan penghapusan NPWP hanya dapat diajukan oleh ahli waris, keluarga sedarah, atau semenda.

Bagaimana cara mengajukan permohonan penghapusan NPWP bagi Wajib Pajak yang sudah meninggal?

1. Permohonan untuk menghapus NPWP hanya bisa disampaikan secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0