in ,

Sejumlah Klinik Mulai Turunkan Harga Tes PCR

Sejumlah Klinik Mulai Turunkan Harga Tes PCR Sampai Rp 495 Ribu
FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menurunkan harga tes PCR (polymerase chain reaction) di Jawa dan Bali menjadi Rp 495 ribu, sementara di luar Jawa dan Bali sebesar Rp 550 ribu. Sejumlah klinik, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta sudah mulai memberlakukan aturan ini.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menjelaskan, berdasarkan surat edaran tahun lalu, pemerintah menerapkan batas tertinggi harga tes PCR maksimal Rp 900 ribu. Bila dibandingkan harga sekarang sudah terjadi penurunan harga sebesar 45 persen.

“Kenapa baru sekarang turun? Itu disebabkan karena penurunan harga reagen dan bahan habis pakai. Pada awalnya harga reagen masih tinggi, bukan hanya itu harga barang habis pakai masing tinggi. Contohnya masker, hazmat dan sarung tangan sehingga harganya tinggi. Maka, berdasarkan evaluasi, saat ini terjadi penurunan harga, sehingga dilakukan penghitungan ulang unit cost dan dapat harga tertinggi Rp 495 ribu,” jelas Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual, pada (16/8).

Baca Juga  Pelindo 1 Fokus Pengembangan Pelabuhan

Sehari kemudian, PT Kimia Farma Tbk resmi menurunkan harga tes PCR di seluruh gerai laboratorium di seluruh Indonesia mulai 17 Agustus 2021. Perubahan harga meliputi, tes PCR dari Rp 900 ribu menjadi Rp 500.000; swab antigen reagen abbott panbio dari Rp 190 ribu menjadi Rp 125 ribu; swab antigen (regular) dari Rp 190 ribu menjadi Rp 85 ribu. Dengan hasil 16 jam, harga ini berlaku di Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, dan Makassar.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0