in ,

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2022 5,72 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2022
FOTO: IST

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2022 5,72 Persen

Pajak.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III-2022 (Juli 2022-September 2022) tumbuh 5,72 persen. Kinerja ini lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal II-2022 yang sebesar 5,44 persen, sekaligus melampaui capaian pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya sebesar 3,51 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2022 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 5.091,2 triliun. Kemudian, bila dilihat atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp 42.976,8 triliun. Penopang pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh sektor industri yang tumbuh 17,88 persen, pertambangan 13,47 persen, pertanian 12,91 persen, perdagangan 12,74 persen, dan konstruksi 9,45 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 ini semakin kuat dan menuju ke arah pemulihan. Tren pertumbuhan ekonomi tahunan naik persisten selama empat kuartal berturut-turut, konsisten berada di atas 5 persen secara tahunan. Ini tentu saja merupakan capaian dari seluruh masyarakat, di tengah terpaan kondisi global yang makin tidak menentu. Kita masih bisa menjaga pertumbuhan Indonesia, dan bahkan trennya makin menguat,” jelas Margo, dalam konferensi pers virtual bertajuk Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2022, (7/11).

Baca Juga  Tiga Imbauan Menhub Terkait Arus Balik Mudik

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi, yaitu porsi mencapai 50,38 persen terhadap PDB atau naik 5,39 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

“Selain itu, pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari beberapa faktor, salah satunya upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dari sejumlah tekanan dengan memberikan perlindungan sosial berupa bansos (bantuan sosial),” ujar Margo.

Kendati demikian, realisasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami kontraksi. BPS mencatat, belanja pemerintah minus 2,88 persen secara tahunan pada kuartal III-2022.

“Satu-satunya komponen PDB dari sisi pengeluaran yang mengalami koreksi adalah belanja pemerintah. Komponen ini berkontribusi 7,57 persen terhadap PDB.  Penyebab berkurangnya konsumsi pemerintah pada kuartal III-2022, diantaranya karena penurunan realisasi belanja barang dan jasa melalui APBN. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya yang menjadi pengurang dari belanja pemerintah tidak mampu menolong realisasi konsumsi pemerintah,” jelas Margo.

Baca Juga  Sistem CBS BI Dukung Efisiensi Pengelolaan APBN

Kemudian, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada kuartal III-2022 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 56,3 persen.

“Penyumbang ekonomi di Pulau Jawa berasal dari DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) Jakarta dengan andil 1,65 persen. Sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta adalah perdagangan, informasi, dan komunikasi,” urai Margo.

Peran provinsi lain di Pulau Jawa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu Jawa Timur sebesar 1,43 persen, Jawa Barat sebesar 1,39 persen, Jawa Tengah sebesar 0,8 persen, Banten sebesar 0,4 persen, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,09 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera mencapai 4,71 persen, yang memberikan andil ke pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 22 persen. Provinsi dengan kontribusi terbesar ke Pulau Sumatera adalah Sumatera Utara dengan andil 1,14 persen; Riau 0,99 persen; Sumatera Selatan 0,74 persen; Kepulauan Riau 0,44 persen; Lampung 0,42 persen; Jambi 0,34 persen; Sumatera Barat 0,33 persen; Aceh 0,12 persen; Kepulauan Bangka Belitung 0,10 persen; dan Bengkulu 0,09 persen. Lalu, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan mencapai 5,67 persen dengan andil 9,42 persen ke pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III-2022.

Baca Juga  IIMS 2022 Digelar Februari, Targetkan Transaksi Rp 3 T

Pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,72 persen ini seirama dengan proyeksi pemerintah maupun Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 mencapai 5,7 persen. Sedangkan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pede pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih dari 5,5 persen, kendati ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *