in ,

Menteri Bahlil Pastikan Kemudahan Investasi di KEK Bitung

Menteri Bahlil Pastikan Kemudahan Investasi di KEK Bitung Sulawesi Utara
FOTO: Bahlil Lahadalia

Pajak.com, Bitung – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Minggu (13/6). Pihaknya akan memastikan penyelesaian kendala investasi dan mendorong investor potensial mengembangkan kawasan seluas 534 hektar itu.

“Dalam kedatangan ini saya ingin melihat secara dekat, sehingga kita bisa membangun suatu formulasi yang cepat dan tepat untuk mempercepat masuknya tenant-tenant ke KEK Bitung,” kata Bahlil, dalam keterangan tertulis yang diterima Pajak.com, pada (13/6).

Ia mengungkapkan, sudah ada calon investor yang tertarik untuk melakukan investasi di KEK Bitung. Akan tetapi, Bahlil belum dapat menyebutkan secara spesifik terkait hal itu.

“Saya sudah dapat calon investor, terutama di bidang hilirisasi perikanan, makanya saya datang untuk mengecek, tapi kepastiannya akan bagaimana setelah kami kembali ke Jakarta untuk memformulasikannya,” katanya.

Baca Juga  Insentif Bansos dan Subsidi Listrik saat PPKM Darurat

Bahlil menemukan, beberapa hambatan yang dihadapi dalam pengembangan kawasan yang dikelola oleh PT Membangun Sulut Hebat (Badan Usaha Milik Daerah/BUMD Sulawesi Utara) ini, antara lain pembebasan lahan, belum optimalnya fungsi pelabuhan Bitung dan infrastruktur penunjang lainnya.

“Dari hasil yang kami tinjau, permasalahan tanah sudah akan selesai dan terkait konektivitas pelabuhan dan jalan tol sudah bagus, pulang dari sini saya akan melakukan koordinasi dengan kementerian untuk mempercepat proses pengembangannya,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri berharap, pemerintah pusat dapat terus mendorong investor potensial untuk masuk mengembangkan KEK Bitung. “Banyaknya investor bisa berdampak terhadap perekonomian di sekitar kawasan,” katanya.

Baca Juga  KADIN Dorong “Tech Startup” Melantai di Bursa

Direktur Keuangan PT Membangun Sulut Hebat James Sela menambahkan, KEK Bitung memiliki potensi komoditas kelapa, perikanan, logistik, dan energi. Untuk mempromosikan itu, PT Membangun Sulut Hebat telah bekerja sama dengan China Road and Bridge Corporation (CRBC). Ke depan, pihaknya juga akan membangun balai latihan kerja (BLK) untuk menyerap tenaga kerja yang berasal dari Sulut.

Sekretaris Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bitung Julius Talimbekas optimistis, kawasan yang mulai beroperasi 1 April 2019 ini akan maju karena mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

“KEK Bitung juga dipandang cocok sebagai pintu gerbang ekonomi Indonesia ke Asia Pasifik. Sebab Bitung hanya berjarak 44 kilometer dari Manado dan memiliki pelabuhan internasional yang mampu menghubungkan perdagangan di Kawasan Timur Indonesia,” tambah Julius.