in ,

Erick Thohir Rombak Dewan Direksi dan Komisaris Telkom

Erick Thohir Rombak Dewan Direksi dan Komisaris BUMN Telkom
FOTO: Erick Thohir

Pajak.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak susunan dewan direksi dan komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom, pada (28/5).

RUPST menyutujui pemberhentian Rhenald Kasali dari Komisaris Utama; Marsudi Wahyu Kisworo dan Chandra Arie Setiawan dari Komisaris Independen; serta Alex Denni dan Ahmad Fikri Assegaf dari posisi Komisaris.

Sebagai gantinya, Erick Thohir mengangkat mantan Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Komisaris Bukalapak Bambang Brodjonegoro sebagai Komisaris Utama Telkom. Ia juga mempercayakan Abdi Negara Nurdin atau Abdee “Slank” dan Bono Daru Adji sebagai Komisaris Independen perusahaan telekomunikasi pelat merah itu.

Kemudian, Erick mengangkat Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga sebagai Komisaris Telkom. Berikut susunan lengkapnya:

Baca Juga  Kasus Covid-19 Melonjak, PPKM Kembali Diperketat

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Komisaris Independen                            : Wawan Iriawan

Komisaris Independen                            : Bono Daru Adji

Komisaris Independen                            : Abdi Negara Nurdin

Komisaris                                                : Marcelino Pandin

Komisaris                                                : Ismail

Komisaris                                                : Rizal Mallarangeng

Baca Juga  Presidensi G20 Bali Bahas Aset Kripto dan CDBC di Bali

Komisaris                                                : Isa Rachmatarwata

Komisaris                                                : Arya Mahendra Sinulingga

Untuk jajaran direksi Telkom, Erick hanya mengubah posisi Direktur Wholesale and International Service dari Dian Rachmawan digantikan oleh Bogi Witjaksono.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Erick mengenai keputusan reshuffle komisaris dan direksi Telkom itu. Namun, ia pernah mengatakan, dewan direksi maupun komsaris BUMN akan dinilai secara periodik setiap tahun. Padahal sebelumnya penilaian dilakukan setiap lima tahun sekali.

“Kalau bisa ke depan, kalau tingkat kehadirannya di bawah 50 persen ganti saja. Saya mau ke depan yang namanya dewan komisaris juga ada review tahunan. Karena kalau lima tahun tidak kontribusi, buat apa (dipertahankan),” tegas Erick.

Baca Juga  BKF: PMI Manufaktur Turun Jadi 53,9 di November

Ia menilai, komisaris BUMN telah mendapat gaji yang cukup besar, sehingga diharapkan dapat berkontribusi secara optimal kepada perseroan.

“Bayangkan, jadi komisaris gajinya berapa, mungkin 60 persen dari direksi, berarti kalau dia datang ke kantor sebulan sekali, mahal banget tuh gaji. Jadi sudah seyogiyanya komisaris hadir di setiap rapat komisaris,” tambahnya.

Erick menargetkan kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara di tahun 2021 mencapai Rp 413,1 triliun. Angka yang berasal dari akumulasi dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) itu telah tertuang dalam rencana strategis kementerian BUMN 2020-2024.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings