in ,

Gresik Jadi Pusat Kawasan Industri Logistik

Gresik Jadi Pusat Kawasan Industri Logistik
FOTO : IST

Pajak.com, Jawa Timur – Dubai Ports (DP) World, Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), dan Maspion Group, akan membangun pelabuhan peti kemas internasional dan kawasan industri logistik, di Gresik, Jawa Timur. Proyek seluas 110 hektar ini akan dimulai pada kuartal III/2021 dengan nilai investasi sebesar 1,2 miliar dollar AS.

Sebagai informasi, DP World merupakan penyedia rantai pasokan logistik terkemuka di dunia. Sementara CDPQ adalah pengelola dana investasi asal Kanada dan Maspion Group merupakan perusahaan domestik terkemuka.

Group Chairman dan CEO DP World Sultan Ahmed Bin Sulayem mengatakan, kemitraan ini adalah perkembangan penting dalam jaringan pelabuhan dan logistik di tanah air. Apalagi Indonesia merupakan salah satu ekonomi terpenting di dunia. Pembangunan ini akan menciptakan infrastruktur modern, efisien, serta kawasan industri yang menyediakan logistik berkualitas.

Baca Juga  Optimalisasi Sektor Wisata dan Perbaikan Iklim Investasi

“Model bisnis dan visi DP World selaras dengan visi Presiden Jokowi untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat melalui pembangunan infrastruktur perdagangan, lebih banyak peluang investasi, dan penciptaan lapangan kerja, ” kata Sultan Ahmed, melalui siaran pers yang diterima Pajak.com, pada Senin petang (8/3).

Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus. Menurutnya, Maspion Group akan terus berupaya mendukung Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia. Salah satunya, melalui pembangunan proyek ini.

“Surabaya merupakan pintu gerbang penting di Indonesia dan keberadaan pelabuhan peti kemas ini akan semakin meningkatkan perkembangan ekonomi dan peluang investasi di Indonesia,” kata Alim.

Baca Juga  Menparekraf: Investor Australia Investasi di Sektor Parekraf

Berkat kolaborasi ini, Jawa Timur akan menjadi satu-satunya operator pelabuhan modern peti kemas internasional dengan kapasitas desain hingga 3 juta twenty foot equivalent units (TEU)—satuan kapasitas kargo.

Penandatanganan kerja sama dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab H.E. Suhail Al Mazrouei.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *