in ,

Reksa Dana Syariah Pilihan Investasi Terbaik bagi Milenial

Reksa Dana Syariah Pilihan Investasi Terbaik bagi Milenial
FOTO: IST

Berinvestasi Sesuai Prinsip Syariah

Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar penduduk beragama Islam. Menurut data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia pada Juni 2021 adalah 272,23 juta jiwa, di mana 236,53 juta (86,88%) diantaranya beragama Islam. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Penggunaan prinsip syariah dalam pasar modal merupakan suatu wujud ibadah muamalah dan diharapkan menjadi suatu solusi bagi masyarakat yang ingin menginvestasikan uangnya tanpa mengandung unsur riba dan ketidakadilan. Dengan demikian,  diharapkan nantinya pasar modal syariah  akan menjadi  sebuah  solusi  ditengah  derasnya  arus  investasi  dipasar  modal konvensional serta terus mengalami pertumbuhan yang signifikan kedepannya.

Jika dilihat dari demografi penduduk Indonesia, masih ada sekitar 20% dari generasi milenial yang masih belum teredukasi mengenai pengetahuan investasi. Oleh karena itu, literasi dan budaya berinvestasi khususnya pasar modal harus lebih dikenalkan sejak dini. Salah satu sarana untuk berinvestasi sesuai prinsip Islam yaitu reksa dana syariah.

Reksa Dana Syariah

Reksa dana syariah merupakan instrumen reksa dana yang melakukan investasi pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau efek syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun.

Baca Juga  Integrasi UU HPP: Upaya dalam Mewujudkan REPROGRES DEFAIR

Reksa dana syariah di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Mengutip data dari website OJK, dalam 6 tahun terakhir, sejak akhir September 2015 hingga akhir 2020, industri reksa dana di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, yaitu di atas 600 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan reksa dana konvensional yang tumbuh sekitar 80 persen pada periode yang sama. Demikian pula dalam setahun terakhir, AUM reksa dana syariah juga masih terus mengalami pertumbuhan yang menggembirakan.

Alasan Reksa Dana Syariah Cocok untuk Investor Milenial

Pada era sekarang, hampir semua generasi muda memiliki gadget. Namun, sangat sedikit yang menggunakannya untuk hal-hal yang produktif. Gadget merupakan salah satu sarana yang sangat berpotensi untuk melakukan investasi digital. Saat ini, hampir semua perusahaan sekuritas sudah menyediakan investasi berbasis digital. Oleh karena itu, harapannya lembaga pendidikan dapat bekerja sama dengan perusahaan sekuritas dalam penerapan investasi berbasis digital melalui aplikasi online dengan instrumen investasi reksa dana syariah.

Reksa dana merupakan instrumen pasar modal yang cocok untuk pemula. Berikut adalah alasan reksa dana syariah cocok untuk investor milenial:

  • Instrumen reksa dana diawasi oleh OJK dan sudah sesuai prinsip syariah
  • Reksa dana dinilai lebih aman dibandingkan saham ataupun obligasi/sukuk.
  • Terdapat kemudaha dari segi financial technology (fintech) sehingga sudah terintegrasi dengan ekosistem baik dari dompet digital, bank digital, bahkan market place.
  • Harganya sangat terjangkau oleh kantong pelajar. Saat ini, membeli reksa dana semudah membeli barang di market place. Cukup Rp 10.000 saja sudah bisa menjadi investor pasar modal.
Baca Juga  Manis Getir Investasi Digital di Kalangan Milenial

Inovasi Edukasi Investasi bagi Milenial

Generasi milenial harus membiasakan diri untuk dapat mengontrol sikap keuangan  atau financial attitudes mereka sejak muda. Mereka membutuhkan investasi yang dapat dinikmati hasilnya ketika mereka tua nanti. Sekolah adalah tempat utama untuk belajar. Sayangnya, para siswa jarang sekali atau bahkan tidak pernah mendapatkan pembelajaran tentang pengelolaan uang. Siswa mungkin diajarkan tentang cara mendapatkan pekerjaan bagus dan gaji tinggi. Namun, sangat sedikit yang mengajarkan cara mengelola keuangan.

Inovasi yang dapat dilakukan adalah penerapan program “Capital Market Education”, yaitu upaya mengenalkan pasar modal sejak di bangku pendidikan. Pemerintah bersama stakeholder pasar modal dapat berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga pendidikan terkait untuk memasukkan materi pasar modal syariah dalam kurikulum pendidikan. Melalui program “Capital Market Education”, siswa SMA bisa mendapatkan wawasan mengenai pasar modal syariah sejak dini. Tidak hanya pembelajaran teori, tetapi juga praktik berinvestasi. Dari segi teori, pasar modal dapat diterapkan pada kurikulum pembelajaran. Sedangkan dari segi praktik, siswa bisa menyisihkan uang saku per bulan untuk diinvestasikan.

Baca Juga  Pentingnya Berhati-Hati dalam Transaksi dan Investasi Digital

Dengan pemberian informasi yang luas dan lebih baik, serta terdapat kemudahan akses untuk melakukan investasi di pasar modal syariah, maka potensi generasi milenial sebagai investor muda syariah akan semakin optimal. Pemangku kepentingan atau stakeholders termasuk perusahaan sekuritas, aset manajemen, analis, pemerintah, DSN-MUI, dan investor pun harus turut punya andil dalam mendorong pasar modal syariah.

Peningkatan investasi diyakini memiliki konstribusi sebagai pengungkit terhadap bergeraknya pembangunan ekonomi suatu bangsa. Dalam konteks perkembangan ekonomi, generasi milenial memiliki peran sangat penting.Generasi milenial diharapkan mampu menjadi salah satu calon investor muda ideal dan berkontribusi aktif memajukan serta meningkatkan investasi di pasar modal Indonesia.

Pemangku kepentingan atau stakeholder termasuk perusahaan sekuritas, aset manajemen, analis, pemerintah, DSN-MUI, dan investor pun harus turut punya andil dalam mendorong pasar modal syariah. Apabila pemerintah dan lembaga Bursa Efek Indonesia mampu bersinergi mencetak generasi milenial sebagai investor syariah, maka akan mewujudkan generasi milenial yang berdaya saing tinggi dan berdampak besar pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Indonesia.

Referensi:

https://dukcapil.kemendagri.go.id/.

https://www.bareksa.com/berita/berita-ekonomi-terkini/2019-03-14/apakah-reksadana-mengandung-riba-ini-beda-reksadana-syariah-dan-konvensional

https://www.simulasikredit.com/perbedaan-reksadana-syariah-vs-reksadana-konvesional/

https://blog.bibit.id/blog-1/2019/5/9/6-perbedaan-investasi-konvensional-dan-investasi-syariah-yang-mungkin-baru-kamu-tahu

https://tirto.id/beda-reksa-dana-syariah-dan-konvensional-ragam-jenis-hingga-risiko-elii

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

172 Points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

3 Comments

Loading…

0