in ,

Milenial, Transaksi dan Investasi Digital, dan Ekonomi Nasional

Milenial, Transaksi dan Investasi Digital, dan Ekonomi Nasional
FOTO: IST

Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 hingga saat ini telah memunculkan pelbagai dampak multisektoral di seluruh dunia, terutama di bidang kesehatan. Seakan menggemakan apa yang terjadi pada sektor kesehatan, sektor ekonomi nasional pun mengalami serangkaian perubahan yang tak kalah hebat sejak pagebluk ini menyingkapkan eksistensinya pada triwulan pertama tahun 2020 lalu di Indonesia. Akan tetapi, tak semua disrupsi tersebut bersifat negatif yang menuju pada keterpurukan. Banyak pula kemaslahatan yang disumbangkan oleh wabah korona kepada perekonomian nasional, layaknya yang terjadi pada dunia transaksi dan investasi digital.

Menilik Lebih Lanjut Ekonomi Nasional dalam Balutan Covid-19

Adalah fakta bahwa kehadiran virus korona di bumi pertiwi merupakan sebuah pukulan telak bagi sektor perekonomian. Secara global, terjadi kemerosotan ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang berkontraksi hingga minus 3,2% karena pembatasan mobilitas di berbagai belahan dunia. Pernyataan ini telah dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Seminar Nasional ISEI Tahun 2021 secara daring pada Selasa (31/08/21). Dalam skala nasional, pada kuartal II-2019, tepatnya prapandemi, GDP riil Indonesia sempat mencapai angka Rp2.735 triliun sebelum diguncang pandemi dan merosot menuju angka Rp2.590 pada kuartal II-2020.

Bergelut di antara kemelut ini, Indonesia nampaknya mampu menemukan secercah harapan untuk melaksanakan langkah pemulihan ekonomi. Hal ini terindikasi dari kenaikan GDP riil yang pada kuartal ketiga tahun 2021 menggapai Rp2.773 triliun. Meskipun masih perlu banyak upaya yang mesti digalakkan guna menggenjot angka tersebut, kenaikan nilai GDP riil dibandingkan masa awal pandemi ini cukup memberi angin segar bagi perekonomian bangsa. Setidaknya ekonomi nasional telah memasuki zona tren positif dan melewati masa resesi pada semester I. Banyak hal yang mendukung pertumbuhan ekonomi ini, seperti peningkatan aktivitas ekonomi digital yang berkembang pesat di tengah hiruk pikuk pandemi dan menyumbangkan persentase cukup besar dari total 3,51% (yoy) pertumbuhan ekonomi nasional positif pada triwulan ketiga tahun 2021.

Beradaptasi dalam Dekapan Virus Melalui Transaksi dan Investasi Digital

Aktivitas perekonomian secara digital memiliki potensi yang sangat besar dan penting jika membahas mengenai cara bertahan dari hantaman korona. Mengutip website kemenkeu.go.id (29/01/21), transaksi digital tercatat mengalami peningkatan semasa pandemi hingga menyentuh persentase 25% pada Juli 2020. Secara demografis, Indonesia memanglah negara besar dan menyandang status sebagai negara berkembang, tetapi harus diakui bahwa peningkatan transaksi digital yang signifikan ini mungkin diraih juga karena terjadinya pandemi Covid-19. Masyarakat dipaksa dapat beradaptasi dengan berbagai pembatasan mobilitas, termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi. Di lain sisi, para pemangku jabatan juga harus menemukan sumber pendapatan lain agar ekonomi nasional tetap mengalir.

Baca Juga  Pemerintah Targetkan Investasi Untuk PLTS Atap

Senada dengan pernyataan di atas, Bank Indonesia ikut menyuarakan bahwa kenaikan transaksi digital selama pandemi memberikan dorongan kuat bagi pertumbuhan ekonomi. Hingga pada kuartal II-2021, ekonomi nasional berhasil melaju pada angka 7,07%. Menurut Destry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia, dalam Himbara: Indonesia Bangkit pada Jumat (06/08/21), transaksi e-commerce dan pembayaran digital menggunakan uang elektronik yang tumbuh pesat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penguatan konsumsi masyarakat.

Pembatasan mobilitas mempengaruhi masyarakat untuk lebih peka dan belajar menggunakan forum online untuk melakukan aktivitas ekonomi secara digital. Memanfaatkan forum digital, masyarakat menemukan cara untuk mencegah terhambatnya aktivitas ekonomi meskipun mobilitas terhambat. Berbagai kemudahan di dalamnya membuat masyarakat lebih nyaman dalam melaksanakan berbagai aktivitas ekonomi digital mulai dari berbelanja, melakukan pembayaran, hingga berinvestasi.

Sama halnya dengan transaksi digital, tren investasi digital pun mengalami peningkatan pesat pada masa pandemi.  Selama pandemi, pengguna internet mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Digital 2021 Indonesia Report dari We Are Social and Hootsuite,  pengguna internet meraup 73,7% dari populasi dunia atau sebanyak 202,6 juta orang pada Januari 2021. Angka ini merefleksikan kenaikan   sebesar 15,5%  (yoy). Ini adalah alasan potensial terhadap peningkatan investasi digital selama pandemi, beriringan dengan inklusi keuangan yang semakin tinggi. Alasan lain adalah perilaku hidup hemat. Meskipun transaksi digital sangat ramai, tak sedikit pula masyarakat yang lebih memilih untuk menunda uang untuk kegunaan konsumtif pada masa pandemi. Masyarakat seperti mengalokasikan dana yang mereka miliki untuk digelontorkan pada aktivitas yang memberikan profit finansial seperti berinvestasi.

Transaksi dan investasi digital sejauh ini telah terbukti memberikan kontribusi positif yang sangat besar bagi ekonomi nasional. Momentum pertumbuhan transaksi dan investasi digital semasa pandemi di Indonesia merupakan momentum yang perlu dijaga jika ingin mempertahankan kondisi ekonomi sosial di tengah gempuran pandemi. Indonesia perlu mempertahankan sumber harapan bagi ekonomi nasional di tengah lesunya sektor-sektor lain di tengah pandemi ini.

Baca Juga  5 Kiat Menjalankan Bisnis Online “Dropship”

Potret Milenial dalam Bingkai Ekonomi Nasional

Transaksi dan investasi digital merupakan kegiatan ekonomi yang memberikan banyak benefit bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Keduanya perlu diperkuat dan dipertahankan bukan hanya agar Indonesia mampu melalui pandemi ini, tetapi karena kedua kegiatan ini memiliki potensi yang jauh lebih besar bagi kemajuan ekonomi sosial di masa depan. Contohnya saja nilai investasi USD1 mampu meningkatkan USD20 GDP. Untuk itu, upaya yang tepat adalah dengan menginklusikan dan memanfaatkan instrumen potensial untuk memperkuatnya: pemuda, khususnya kaum milenial. Baik transaksi maupun investasi digital adalah kegiatan yang ber-domain pada forum digital. Sebagian besar pengguna forum digital adalah kaum milenial.

Generasi milenial adalah orang-orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-1990 atau pada awal tahun 2000. Generasi milenial atau generasi Y disebut pula generation me atau echo boomers. Menilik data kominfo.go.id, sebanyak 80 juta kaum milenial  lahir pada tahun 1976-2001. Kaum milenial cenderung tertarik untuk menggunakan berbagai jenis gawai seperti PC, ponsel cerdas, hingga tablet. Tak heran bahwa generasi Y ini sangat cepat dan mudah untuk beradaptasi dengan adanya digitalisasi. Bukanlah kejutan bahwa penetrasi internet didominasi oleh golongan milenial.

Indonesia memiliki peluang digitalisasi yang kuat, khususnya dalam sistem pembayaran. Menurut Principal Economist Payment System Policy Department BI Agung Purwoko, pada Rabu, 21 Oktober 2020, pengguna mobile di Indonesia sebanyak 338,2 juta dari 270,2 juta penduduk. Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia memiliki daya saing yang cukup kuat. Sedangkan menurut Edy SR selaku brandpreneur, pembicara literasi digital bertajuk “Literasi Digital untuk Pnedidik dan Peserta Didik” oleh Kementrian Kominfo (28/10/21), dari 270,2 juta jiwa penduduk Indonesia, aktivitas digital didominasi oleh pemuda perempuan dengan persentase 53,81%.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar lpsos terkait pemakaian alat pembayaran dompet digital atau e-wallet pada Februari 202068 persen pengguna e-wallet adalah kaum milenial. Tiap minggunya, tercatat generasi milenial menghabiskan sekitar Rp140.663 guna melakukan isi saldo dengan minimal sekali hingga dua kali transaksi. Menurut riset, 40% di antara mereka menggunakan dompet digital untuk pembayaran jasa transportasi online dan 32% lainnya menggunakannya untuk jasa pesan makanan-minuman. Jika awalnya dompet digital digunakan oleh kaum milenial berpendapatan Rp1,25-5 juta, kini nyaris semua milenial bertransaksi menggunakannya.

Baca Juga  Pandemi Jadi Momentum Investasi Korporasi

Beralih ke transaksi digital, pada akhir tahun 2020 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan adanya lonjakan total investor pasar modal di Indonesia di tengah pandemi. Tercatat investor saham, obligasi, dan reksa dana mencapai angka 3.871.248. Angka ini menunjukkan kenaikan mencapai 56% dari tahun sebelumnya (2019), pada periode yang sama, sebesar 2.484.354. Merujuk data yang sama, tertera bahwa peningkatan jumlah investor dari kalangan milenial berefek pada peningkatan pendaftaran rekening investasi melalui tekfin. Per 29 Desember 2020, terdapat lebih dari 70% investor dari rentang usia 30 hingga 40 tahun.

Data-data tersebut menunjukkan betapa nyata potret kaum milenial dalam dunia transaksi dan investasi digital, yang merupakan penopang kuat ekonomi nasional sejauh ini, pada masa pandemi. Melihat fenomena ini, dapat dikatakan bahwa kaum milenial dapat dijadikan sebagai instrumen pendukung yang kuat untuk mempertahankan ekonomi nasional melalui badai pandemi Covid-19. Akan tetapi, dibutuhkan kehadiran pemerintah untuk mengoptimalisasi  dan mengarahkan kontribusi kaum milenial dalam aktivitas transaksi dan investasi digital. Perlu digencarkan sosialisasi lebih untuk mengedukasi secara komprehensif agar kegiatan investasi dan transaksi ini dapat berjalan dan memberikan hasil yang sesuai bagi kaum milenial dan ekonomi nasional. Karena tak bisa dipungkiri bahwa segala kemajuan dan digitalisasi ekonomi ini juga disertai oleh berbagai ancaman yang tak kalah membahayakan. Pendampingan mendalam dan pembuatan berbagai kebijakan fiskal dalam pelaksanaannya sangat diperlukan.

Referensi:

https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/3427/ekonomi-triwulan-iii-2021-yang-tetap-tumbuh-positif-memberikan-optimisme-pencapaian-target-pertumbuhan-ekonomi-yang-berkelanjutan

53,81 Persen Aktivitas Digital Didominasi Milenial

https://investor.id/finance/256136/melihat-tren-investasi-digital-di-tengah-pandemi

https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/pemerintah-terus-upayakan-pemulihan-ekonomi-namun-tetap-waspada-terhadap-pandemi-covid/

https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/transaksi-ekonomi-digital-meningkat-25-selama-pandemi/

https://www.kominfo.go.id/content/detail/8566/mengenal-generasi-millennial/0/sorotan_media

https://www.merdeka.com/uang/didominasi-generasi-milenial-potensi-digitalisasi-di-indonesia-tinggi.html

https://money.kompas.com/read/2020/02/12/131300826/studi–68-persen-pengguna-dompet-digital-adalah-milenial

https://money.kompas.com/read/2021/08/06/214300826/bi-sebut-kenaikan-transaksi-digital-kerek-pertumbuhan-ekonomi-ri

https://www.idxchannel.com/market-news/pandemi-bikin-nilai-investasi-digital-berdampak-20-kali-lipat-pada-gdp

https://www.setneg.go.id/baca/index/akselerasi_transformasi_digital_dan_pemulihan_ekonomi

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

152 Points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

4 Comments

Loading…

0