in ,

Transaksi dan Investasi Digital: Milenial Harus Melek Teknologi!

Transaksi dan Investasi Digital Milenial Harus Melek Teknologi
FOTO: IST

Tahun pandemi juga merupakan tahun dimana teknologi membuktikan dirinya sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dunia. Perubahan pada bisnis dan kehidupan sehari-hari yang ditimbulkan oleh COVID-19 dan penurunan ekonomi berikutnya harus mempercepat transformasi digital generasi milenial untuk setiap hal yang ada di planet ini, termasuk transaksi dan investasi digital yang saat ini sedang banyak digandrungi. Pada era sekarang, semua orang merangkul dan menghargai tren digital yang sedang berkembang pesat. Oleh karena itu, sebagai kelanjutan dari kebutuhan untuk merangkul tren ini, generasi milenial harus bisa mengeksplorasi beberapa tren kunci dalam transformasi transaksi dan investasi digital dan bagaimana cara mereka dapat membawa perubahan positif dalam berbagai dimensi kehidupan.

Menurut data pertumbuhan transaksi digital yang dilansir oleh Bank Indonesia, BI memproyeksikan transaksi digital banking pada tahun 2022 lebih dari Rp48.000 triliun atau meningkat sekitar 21,8% dari proyeksi tahun 2021 sebesar Rp40.000 triliun yang mana ini menggantikan tren penggunaan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Bagaimana tidak? Bertransaksi melalui dompet digital dapat menghemat lebih banyak waktu dan lebih mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, masyarakat semakin gencar melakukan transaksi secara digital baik melalui aplikasi e-commerce seperti Shopee dan Go-jek, atau melalui aplikasi dompet digital lainnya seperti DANA, OVO, Flip, dan lain-lain. Dampaknya adalah ekonomi keuangan digital pada tahun 2022 diperkirakan akan positif, hal ini didorong dengan meningkatnya akseptasi dan prevalensi masyarakat dalam penggunaannya.

Baca Juga  Jokowi Resmikan Smelter Nikel Milik GNI di Konawe

Selain transaksi digital, perkembangan investasi di Indonesia dapat dilihat dari respon bauran kebijakan BI yang bersinergi dengan kebijakan ekonomi nasional yang akan terus  mengawal perekonomian pada tahun 2022. Kecukupan modal tinggi, likuiditas melimpah, dan stabilitas sistem keuangan terjaga. Dari data Analisis Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya dan Emma A. Fauni dan juga Analis Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer memprediksi pada sekenario bull case dan base case. Skenario bull case hasil analisis oleh Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG pada akhir 2022 berada di level perkiraan 8.000 dengan potensi kenaikan sekitar 22,1%. Skenario bull case mengasumsikan pertumbuhan laba bersih IHSG pada 2022-2023 masing-masing sebesar 22,0% dan 12,0% yoy. Sedangkan pada sekenario base case hasil analisis Mandiri Sekuritas, IHSG tahun ini berada di level perkiraan 7.400. Terkait kondisi makro tahun ini, Mandiri Sekuritas menilai bahwa laju inflasi akan diprediksi naik menjadi 3,1% dari 1,3% pada 21 November 2021 dengan pertumbuhan PDB yang akan terus pulih menjadi 5,2% pada tahun 2022 dari 3,7% pada tahun 2021.

Sementara itu, tengah pesatnya perkembangan dan pertumbuhan teknologi keuangan digital maka generasi milenial harus mengetahui hal dasar agar tidak semakin tertinggal oleh perkembangan zaman. Namun hal tersebut pastinya juga akan meningkatkan kewaspadaan generasi milenial terhadap penipuan yang semakin mudah juga untuk dilakukan. Beberapa diantaranya pasti pernah mendapatkan SMS bodong, chat menang undian palsu, atau bahkan telepon tidak dikenal yang mengatasnamakan e-commerce besar seperti Shopee, Tokopedia, dan lain-lain untuk membayar sejumlah tagihan. Oleh karena itu, langkah awal untuk menghindari maraknya penipuan yang terjadi saat melakukan transaksi dan investasi digital, generasi milenial harus mengetahui beberapa hal penting yang ada di bawah ini:

  • Apabila ingin berbelanja sesuatu, melakukan transaksi pembayaran, atau berinvestasi maka pilihlah e-commerce dan penyedia aplikasi investasi digital yang terpercaya dan juga terdaftar serta diawasi oleh Bank Indonesia, OJK, dan Kominfo.
  • Perhatikan bagaimana aplikasi tersebut melakukan verifikasi data diri dan juga periksalah rating dari aplikasi tersebut.
  • Pilih cara bertransaksi yang aman dan jangan pernah membagikan kode rahasia yang didapatkan kepada siapapun.
Baca Juga  Membangun Literasi untuk Pembayar Pajak Masa Depan

Kemudian, ketika masyarakat telah meningkatkan kewaspadaan dan mengetahui bagaimana cara bertransaksi dan berinvestasi yang aman dan terpercaya, maka setiap orang dapat mengambil manfaat dan bersama pemerintah juga dapat memberikan inovasi demi kemajuan bangsa kedepannya. Dengan kemudahan yang ditawarkan, bahkan setiap orang saat ini juga dapat melakukan transaksi di dompet digital sekaligus melakukan investasi, seperti fitur yang disediakan oleh beberapa dompet digital seperti OVO Invest, DANA eMAS, dan lain-lain. Dengan ambisi pemerintah untuk membawa Indonesia Emas dan supaya bonus demografi tahun 2045 tidak sia-sia, pemerintah bersama masyarakat khususnya guru dapat bekerjasama memberikan pengajaran secara dini di sekolah melalui kurikulum materi Informatika di bangku SMP dan SMA, agar tidak hanya generasi milenial saja, namun anak remaja juga dapat memahami berbagai hal dasar mengenai dunia transaksi dan investasi digital. Dengan demikian, pertumbuhan dan perkembangan masyarakat khususnya warga negara Indonesia dapat lebih maju dan tidak ada istilah gaptek kedepannya.

Baca Juga  Waspada Pinjaman Online Ilegal (Pinjol), Kenali Cirinya

Sumber:

Fadlillah F. F. 2018. “Sudah Saatnya Beralih ke E-money, Alat Pembayaran Zaman Now”. https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel-dan-opini/sudah-saatnya-beralih-ke-e-money-alat-pembayaran-zaman-now/. (diakses pada tanggal 6 Januari 2022).

Haryono E. 2021. “BI PROYEKSIKAN PERTUMBUHAN EKONOMI 4,7-5,5% TAHUN 2022”. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2331221.aspx. (diakses pada tanggal 7 Januari 2022).

Sandria F. 2022. “Asik! IHSG Bisa ke 8.140 di 2022, Cek Saham yang Bisa Cuan”. https://www.cnbcindonesia.com/market/20220103105630-17-304033/asik-ihsg-bisa-ke-8140-di-2022-cek-saham-yang-bisa-cuan. (diakses pada tanggal 8 Januari 2022).

Shulte A. Dkk. 2021. “The Future of Digital Investment”. https://www.bangkokpost.com/opinion/opinion/2151627/the-future-of-digital-investment. (diakses pada tanggal 8 Januari 2022).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

18 Points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

One Comment

Loading…

0