in ,

Investasi Digital: Solusi Menekan Perilaku Konsumtif Milenial

Investasi Digital : Solusi Menekan Perilaku Konsumtif Milenial
FOTO: IST

Generasi milenial terkenal dengan generasi yang konsumtif, hal ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pada tahun 2018 pengeluaran konsumsi masyarakat Indonesia mencapai 8.269,8 triliun. Selain itu di tahun yang sama, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masyarakat Indonesia sebesar 122,7 triliun dan meningkat pada tahun 2019 menjadi 124,2 triliun yakni sebesar 1,22%.

IKK jika ditinjau dari berdasarkan usia dikelompokan menjadi usia 20-30 tahun, usia 30-40 tahun, usia 41-50 tahun, usa 51-60 tahun, dan lebih dari 60 tahun (Bank Indonesia, 2019). Dari kelompok usia tersebut IKK tertinggi berada pada usia 20-30 tahun yakni termasuk dalam kategori milenial. Berdasarkan penelitian Ordun pada tahun 2015 salah satu penyebab tingginya perilaku konsumtid adalah kemajuan teknologi, perilaku konsumtif yang terjadi pada generasi milenial bergantung pada informasi yang diperolehnya melalui smartphone.

Tingginya intensitas penggunaan smartphone pada generasi milenial menjadikan mereka memiliki kencenderungan untuk membeli barang di toko online. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mitra, Syahniar, dan Alizamar pada tahun 2019 mengungkapkan bawa faktor penyebab generasi milenial tertarik untuk belanja di toko online karena 1) Harga yang relatif murah; 2) Hemat tenaga dan waktu; 3) Tersedianya barang yang berkualitas; 4) Variasi dan kelengkapan barang; 5) Iklan yang beragam dan menarik.

Baca Juga  Keminves/BKPM: Target Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022

Adapun indikator-indikator yang mempengaruhi perilaku konsumtif menurut Sumartono pada tahun 2020 diantaranya adanya: tawaran hadiah pada saat ingin membeli produk, kemasan yang menarik, gengsi, pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat dan kegunaanya), konformitas atas model dalam iklan, menjaga status dan sebagai simbol, timbulnya rasa percaya diri jika membeli produk mahal, mencoba lebih dari dua produk sejenis.

Perilaku konsumtif yang terjadi terutama pada generasi milenial dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Apabila perilaku tersebut berjalan dengan terus menerus tanpa memiliki kesadaran untuk menabung dan berinvestasi, maka mereka akan kesulitan dalam menghadapi masalah keuangan di masa depan.

Dalam memenuhi kebutuhan masa depan, salah satu yang dapat dilakukan oleh generasi milenial adalah dengan menjadi investor muda. Di era teknologi digital, penyesuaian yang dilakukan dalam bidang teknologi keuangan (Fintech) memudahkan generasi milenial untuk menjadi investor muda dengan memanfaatkan smartphone yang mereka miliki. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pertumbuhan investor muda di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunya. Sebagai contoh pada tahun 2016 jumlah investor muda yang berasal dari kalangan generasi milenial mencapai 79.000 investor dan mengalami peningkatan pada tahun 2019 menjadi 222.000 investor.

Baca Juga  PPI Fokus pada 22 Proyek SDA dan Manufaktur

Dalam menimbulkan minat investasi pada generasi milenial, Bursa Efek Indonesia memiliki trik jitu untuk mengait investor milenial semakin banyak lagi, tak lain melalui edukasi dan sosialisasi. BEI secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada kaum milenial, serta melakukan kerjasama dengan universitas di seluruh Indonesia dengan adanya galeri investasi.

Selain itu cara yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah invetor milenial adalah dengan menyederhanakan persayaratan. Sebagaimana diketahui bahwa generasi milenial ketika ingin melakukan investasi tentunya menginginkan persyaratan yang mudah dan tidak memakan waktu yang lama. Menganggapi hal tersebut, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah melakukan e-KYC (Know Your Customer) dan simplifikasi agar proses investasi berlangsung secara cepat, efisien, dan transparan.

Baca Juga  5 Pembahasan Pertemuan Bilateral Jokowi dan Joe Biden

Di era saat ini budaya investasi pada generasi milenial sangat penting untuk ditanamkan. Generasi milenial harus melek akan keuangan sejak dini, memiliki manajemen pengelolaan keuangan yang baik, memiliki mindset keuangan yang baik, mengurangi budaya konsumtif agar mempunyai kehidupan masa depan yang layak dari segi financial (financial freedom).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

74 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *