in ,

Jokowi Uji Coba Kereta Cepat, Berapa Harga Tiketnya?

Jokowi Uji Coba Kereta Cepat
FOTO: Setkab RI

Jokowi Uji Coba Kereta Cepat, Berapa Harga Tiketnya?

Pajak.com, Bandung Barat – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan uji coba Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) dari Stasiun KCJB Halim (Jakarta) ke Stasiun Padalarang (Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat). Ia menegaskan, pemerintah tidak memberikan subsidi untuk harga tiket kereta cepat yang akan beroperasi pada 1 Oktober 2023 ini. Namun, harga tiket KCJB akan diperhitungkan secara proposional sehingga dapat menarik minat masyarakat.

“Tidak ada subsidi. Tapi semuanya ada kalkulasinya, semuanya ada hitung-hitungannya. Tapi apapun yang paling penting, kita ingin mendorong agar masyarakat berpindah dari mobil ke transportasi massal, baik itu kereta cepat, MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), atau bus,” jelas Jokowi dalam konferensi pers, di sela-sela uji coba KCJB, dikutip Pajak.com, (14/9).

Ia berharap, pengoperasian KCJB dapat mendorong masyarakat berpindah ke transportasi massal sehingga mampu menurunkan tingkat kemacetan sekaligus polusi udara.

“Kemacetan di jalan bisa dikurangi, polusi bisa dikurangi. Arahnya ke situ karena setiap tahun kita kehilangan, karena macet di Jabodetabek dan Bandung itu sudah lebih dari (kerugian ekonomi karena macet) Rp 100 triliun,” ungkap Jokowi.

Baca Juga  Pilih Rasio Utang Jadi 50 Persen atau Defisit Fiskal 0 Persen? Ini Analisis APINDO

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan, KCIC telah mengusulkan paket tarif (bundling) KCJB sebesar Rp 300 ribu per penumpang, termasuk layanan transportasi kereta ringan LRT dan kereta api pengumpan (feeder).

“Kita mengusulkan Rp 300 ribu, sudah dengan feeder, LRT. Tapi masih kita diskusikan dengan PT KAI (PT Kereta Api Indonesia (Persero)) dan LRT. Untuk tarif kereta cepat saja, tanpa feeder dan LRT, diusulkan sebesar Rp 250 ribu per penumpang untuk kelas premium ekonomi. Selain dua kategori tiket lainnya, KCIC telah mengusulkan tarif dinamis (dynamic pricing) untuk kelas utama dan kelas bisnis. Sebab first class dan business class pasti kita menggunakan dynamic pricing—segmennya berbeda, ” jelas Dwiyana.

Baca Juga  Defisit APBN 2024 Diproyeksi Bertambah Rp 86,9 T dari PDB, Sri Mulyani Beberkan Penyebabnya

Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa semua golongan tarif tersebut masih bersifat usulan. KCIC masih terus membahas besaran tarif kereta cepat bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), KAI, dan pihak-pihak terkait lainnya, seperti PT LRT Jakarta.

Uji coba KCJB ini juga dihadairi oleh para penggiat seni, beberapa diantaranya Raffi Ahmad.

“Saya senang sekali bersama Bapak Jokowi uji coba langsung. Sebentar lagi beroperasi dan saya juga sebagai orang yang lahirnya di Bandung, kerja sekarang di Jakarta merasa bangga menggunakan kereta cepat ini karena bisa mengurai kemacetan. Kehadiran kereta cepat ini adalah salah satu bukti bahwa Indonesia semakin maju,” ungkap Raffi.

Hal senada juga diungkapkan Vino G. Bastian. Ia turut merasa bangga dengan kehadiran KCJB di Indonesia yang serupa dengan kereta cepat di luar negeri.

“Biasanya naik kereta cepat di luar negeri, sekarang sudah ada di Indonesia. Saya rasa ini jadi gerbang yang luar biasa banget untuk kemajuan Indonesia. Terima kasih Pak Jokowi, terima kasih Indonesia, dan bangga menjadi warga Indonesia,” ujar Vino.

Baca Juga  PDNS Diserang Siber, Wamenkominfo: Pemulihan Dilakukan Secepatnya

Selain itu, Gading Marten menilai, KCJB memberikan keamanan, kenyamanan, dan efektivitas waktu pagi para penggunanya.

“Bangga sekali hari ini bisa coba kereta cepat dari Halim ke Padalarang bersama Bapak Jokowi. Senang banget Indonesia sudah punya kereta cepat dan siap beroperasi untuk umum 1 Oktober 2023. Saya merasakan hingga kecepatan 350 kilometer/jam tetap aman dan nyaman,” pungkas Gading.

Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *