in ,

Transaksi dan Investasi Digital untuk Milenial Zaman Now

Transaksi dan Investasi Digital untuk Milenial Zaman Now
FOTO: IST

Perkembangan zaman tidak menutup bagaimana langkah dan tujuan seorang milenial untuk melakukan investasi. Investasi adalah aktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu. Karena harapan mendapatkan keuntungan di kemudian hari inilah investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Istilah investasi sendiri berasal dari kata Bahasa Italia, investire yang berarti memakai atau menggunakan.

Umumnya, dana atau aset yang ditanamkan oleh seorang investor akan dikembangkan oleh badan atau pihak yang mengelola. Keuntungan dari hasil pengembangan tersebut nantinya akan dibagikan kepada investor sebagai imbal balik sesuai dengan ketentuan antara kedua pihak. Secara ekonomi, dalam investasi, pemodal akan membeli sesuatu yang tidak akan dipergunakan sekarang. Sesuatu yang dibeli tersebut disimpan sebagai harta yang setelah melewati masa tertentu dapat mengalami perubahan nilai.

Investasi tidak selalu berujung menghasilkan keuntungan. Terdapat risiko kerugian juga dalam berinvestasi. Maka dari itu, penting sekali memahami jenis-jenis investasi dan risikonya. Selain dari investasi, hal yang dapat kita temukan untuk generasi milenial yang digunakan adalah transaksi. Transaksi ini biasanya digunakan untuk melakukan sesuatu dan juga mengakses sesuatu untuk mencapai tujuan dan keinginan.

Transaksi dapat terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Sebagai contoh, seorang warga membayar kewajibannya yaitu berupa pajak.Hal ini dapat di katakan sebagai transasksi karena telah terjadi antara melakukan suatu hal yang di wajibkan untuk mendapatkan hak yang semstinya akan di dapatkan.Pengertian transaksi secara umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pihak organisasi maupun individu yang mampu melahirkan perubahan atas harta atau finansial yang dimilikinya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa pengertian transaksi adalah suatu kegiatan perusahaan yang mampu menimbulkan perubahan pada kondisi harta atau finansial perusahaan. Beberapa contoh kegiatan transaksi tersebut adalah menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar beberapa jenis hal lainnya. Dalam suatu perusahaan atau bisnis, setiap bentuk kegiatan transaksi akan selalu dikerjakan dalam administrasi transaksi. Administrasi transaksi adalah kegiatan mencatat perubahan finansial yang dilakukan secara teliti dengan memanfaat berbagai cara tertentu.Setiap aktivitas transaksi selalu dilakukan administrasi transaksi. Dalam hal ini, administrasi transaksi adalah aktivitas mencatat perubahan keuangan yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan metode tertentu.

Baca Juga  Sinergi Pemerintah, Google dan Apple Berantas Pinjol Ilegal

Dari penjelasan di atas maka jelaslah bagi kita semua tentang apa itu yang di maksud dengan transaksi dan investasi. Belakangan ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan dan menyayangkan tentang transaksi yang mereka lakukan. Terkadang transaksi yang di lakukan oleh masyarakat dinilai susah dan bahkan menyulitkan bagi masyarakat itu sendiri. Seperti contoh untuk pembayaran pajak dahulunya masyarakat yang ada di pinggir kota harus pergi jauh ke pusat kota untuk pembayarannya dan memakan waktu tempuh yang lama. Selain dari itu banyak masyarakat yang malas untuk menyempatkan waktunya dalam bertransaksi karena kesibukan mereka sehari-hari. Selain dari transaksi, masyarakat juga tidak mengetahui dan memahami tentang apa itu investasi.

Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang tidak tau akan bagaimana metode dan cara mereka berinvestasi. Invesatasi untuk generasi muda sekarang tentu sangatlah penting. Hal ini mengingat bagaimana dampak dari investasi tersebut di kemudian hari yang nantinya dapat membantu mereka. Sangat di sayangkan, banyak generasai sekarang yang tidak mengetahui dampak dan manfaat dari investasi itu sendiri. Dengan berkembangnya teknologi pada saat ini, sebuah permasalahan di atas telah mendapatkan solusi yang baik. Jika kita tinjau untuk saat ini maka telah banyak cara bertransaksi dan juga investasi yang dapat di lakukan dengan mudah.

Dengan kemajuan digital dan informasi saat ini membuat seseorang bisa berinvestasi dan bertransaksi hanya dari rumah saja. Hal ini tentu menjadi solusi dan kemudahan bagi masyarakat terlebih bagi kaum zaman now Untuk transaksi sendiri telah banyak di lakukan secara online melalui platform aplikasi digital dan juga menggunakan jaringan Internet.

Baca Juga  Kemenkeu: Adanya Penurunan PPh Bunga Obligasi SBN

Transaksi online di Indonesia sudah menjadi kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan internet sebagai tempat membuka usaha online, begitu banyaknya usaha online. Pemerintah perlu memberikan aturan hukum yang termuat dalam Undang-undang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE), yaitu Undang-undang No. 11 Tahun 2008 Ada beberapa pasal yang mengatur tentang transaksi secara online yaitu sebagai berikut :

– Pasal 2 yang isinya: “Undang-undang ini berlaku untuk setiap Orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun diluar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/ atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia“.

– Pasal 9 yang isinya: ”Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui Sistem Elektronik harus menyediakan informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen dan produk yang ditawarkan”.

– Pasal 10 yang isinya: ”(1)Setiap pelaku usaha yang menyelenggarakan   Transaksi Elektronik dapat di sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Keandalan.(2)Ketentuan mengenai pembentukan Lembaga Sertifikasi Keandalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.”. Dilihat dari cara pembayarannya, di Indonesia ada tiga transaksi online yang populer, diantaranya:

1. Transfer antar Bank, transaksi yang paling umum dan simpel dilakukan. Prosesnya adalah pertama pembeli mengirim dana ke rekening penjual, begitu dana masuk penjual mengirim barang kepada pembeli.

2. Cash On Delivery (COD), Cara ini masih dibilang cara konvensional karena jual beli dilakukan secara langsung dengan jarak atau lokasi yang dekat, biasanya penjual menggunakan perantara atau diwakilkan oleh kurir.

3. Rekening Bersama, metode pembayaran dengan menggunakan pihak ke tiga (Lembaga keuangan yang ditunjuk). Prosesnya adalah pembeli mentransfer dana ke rekening bersama, setelah itu penjual mengirim barang yang dipesan. Setelah terbukti aman dan barang sampai ke pembeli, lembaga mencairkan dana pembelian kepada si penjual.

Baca Juga  Transaksi Paylater Memudahkan atau Merugikan?

Dari penjelasan tersebut maka jelaslah bagi kita bahwasannya telah banyak transaksi yang dapat kita lakukan dan gunakan untuk kemudahan kita dalam melakukan sesuatu. Dengan adanya transaksi secara online tersebut maka tidak menutup kemungkinan bahwasannya akan memunculkan investasi secara digital juga. Pada zaman sekarang ini, telah banyak yang bisa kita lakukan dan gunakan untuk berinvestasi secara online Adapun bentuk bentuk investasi online yang sering digunakan pada saat ini adalah sebagai berikut:

1. Reksa Dana

2. Saham

3. Tabungan Emas secara online

4. Forex

5. Surat Berharga Negara (SBN)

6. Tabungan Berjangka Simpanan

Dengan adanya kemudahan tersebut tentu memberikan dampak yang baik bagi masyarakat pada saat ini. Selain dari dampak baik yang ditimbulkan, tentu juga ada kekurangan dari investasi secara online ini. Kekurangan nya adalah biasanya investasi online tidak bersifat fisik. Jumlah yang kamu investasikan dengan keuntungan kamu biasanya hanya ditampilkan dalam bentuk digital. Akibatnya, kemungkinan penipuan relatif lebih tinggi. Selain itu, kamu juga tidak tahu siapa yang bekerja di perusahaan tersebut karena di lakukan online. Hal ini sangat penting untuk berhati-hati tentang hal-hal ini.

Dengan demikian untuk kita kaum generasi Z yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet dari generasi sekarang, maka kita harus bisa untuk lenih baik lagi dan menggunakan media digital secara bijak. Maka dari itu, kepada kita generasi sekarang semestinya terlatih dan memahami tentang kemajuan yang ada dan juga paham dan sadara tentang kenajuab yang ada.

Oleh sebab itu transaksi dan investasi secara digital adalah dua hal yang semestinya bisa kita pahami dan nikmati untuk saat ini dan menggunakannya dengan sebaik baik mungkin, tanpa merusak dan menggunakannya dengan cara yang salah.

DAFTAR PUSTAKA:

Mauludin Ilham. Di beritakan ( 19/12/2021 ) pada pukul 10:00.

Transaksi dan Investasi Digital untuk Milenial Zaman Now

Transaksi dan Investasi Digital Untuk Milenial Zaman Now

https://www.cnbcindonesia.com/investment/20211020134919-21-285248/syailendra-capital-tren-zaman-now-is-super-apps-investasi

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0