in ,

Simak Tips ini dalam Berinvestasi, Langkah Mudah Tuk Jadi Sultan!

Simak Tips ini dalam Berinvestasi, Langkah Mudah Tuk Jadi Sultan!
FOTO: IST

Dewasa ini, popularitas dari transaksi dan investasi digital telah mengalami peningkatan pesat di kalangan kaum milenial. Berdasarkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tercatat jumlah investor pasar modal mencapai 6,43 juta orang pada September 2021, jumlah ini meningkat 65,73% dibandingkan dengan akhir tahun 2020 yang berjumlah 3,88 juta orang. Hal ini disebabkan oleh kemudahan akses digital yang dapat digunakan dimana saja, sistem interface digital yang user friendly, transparansi dari riwayat transaksi dan investasi yang kita lakukan, hingga prospek masa depan yang menjanjikan. Di era digital ini, banyak orang yang berlomba-lomba untuk melakukan investasi bagi jaminan masa depannya.

Lantas apa sih investasi itu?

Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan, lembaga, proyek, atau aset berharga dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Saat ini, investasi digital tidak membutuhkan modal besar yang bernilai ratusan juta loh, Anda dapat mulai berinvestasi hanya dengan Rp100.000 saja di berbagai platform investasi seperti ajaib, bibit, pluang, indodax, dan lain-lain.

Ada beberapa jenis investasi yang populer di Indonesia, yaitu:

1. Reksa Dana

Reksa Dana terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Pasar Uang, Obligasi, dan Saham. Hanya dengan dana minimal Rp100.000 saja, Anda sudah dapat berinvestasi menggunakan reksadana. Keunggulan dari reksadana adalah kemudahan yang ditawarkan, dimana nantinya dana yang Anda keluarkan akan diurus oleh seorang manajer investasi yang merupakan seseorang yang profesional dalam hal investasi. Anda dapat menggunakan platform Ajaib, Bibit, dan juga Pluang dengan mengunduhnya di playstore dan appstore untuk mulai menggunakan reksadana.

Baca Juga  Dampak Implementasi UU HPP Bagi UMKM

2. Emas dan Logam Mulia

Kini investasi emas dapat dilakukan secara digital tanpa harus susah payah melakukan penyimpanan emas secara fisik dan pastinya terjamin keamanannya. Rekomendasi platform untuk investasi emas digital adalah Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, Tabungan Emas Shopee, dan Go Investasi dari Gojek.

3. Deposito

Deposito adalah investasi yang biasanya berjangka 3-12 bulan sesuai dengan kesepakatan awal yang telah ditentukan. Apabila Anda mengambil dana sebelum dari waktu yang telah ditentukan, biasanya akan dikenakan penalti oleh pihak bank yang bersangkutan.

4. Cryptocurrency (Koin Kripto)

Koin Kripto pertama diperkenalkan pada tahun 2009, yang dikenal sebagai Bitcoin (BTC) dengan harga dibawah Rp10.000, sedangkan hingga saat artikel ini dibuat, harga dari Bitcoin telah mencapai angka Rp722.339.659. Bayangkan jika pada masa itu Anda telah berinvestasi dengan membeli Bitcoin, tentu saja saat ini Anda sudah masuk ke dalam jajaran multi trillionaire dunia.

Saat ini, sudah banyak juga koin kripto lain yang bermunculan dengan berbagai keunggulannya masing-masing, mulai dari Ethereum (ETH), yearnfinance (YFI), BNB, The Sandbox (SAND), Decentraland (MANA), dan lain-lain.

Dunia Virtual Metaverse telah menjadi perbincangan yang hangat bagi para pecinta kripto. Koin-koin kripto yang berada dalam dunia metaverse ini tentunya mempunyai prospek yang besar di masa depan. Contoh koin-koin metaverse adalah MANA, AXS, THETA, SAND, ENJ, dan lain-lain. Anda dapat mulai melakukan investasi crypto melalui platform Tokocrypto, Pintu, Indodax, Luno, dan Zipmex.

Baca Juga  Indodax Ajak Pelaku Industri Kripto Taat Pajak

Tapi sobat pajak.com juga harus ingat bahwa setiap investasi itu mempunyai risikonya masing-masing. Jangan sampai niatnya menggapai keuntungan, malah berakhir kepada kepahitan. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh investor pemula dalam memulai investasi, yaitu:

1. Pelajari Profil Risiko

Profil Risiko adalah evaluasi tentang kesediaan serta kemampuan seseorang dalam mengambil sebuah risiko. Tentunya profil risiko dari setiap orang berbeda-beda, ada yang ingin main aman dengan return kecil, ada juga yang menginginkan return besar dengan risiko yang lebih besar.

2. Tentukan Tujuan Anda Berinvestasi

Dalam berinvestasi tentu saja setiap orang mempunyai tujuannya masing-masing. Ada orang yang bertujuan untuk menyiapkan dana bagi masa depan dan ada yang berinvestasi dalam jangka pendek untuk memperoleh hasil secepatnya. Jangan sampai Anda berinvestasi hanya karena tertarik oleh ajakan teman atau kerabat, tanpa mempunyai tujuan sendiri.

3. Tentukan Jenis Investasi

Setelah menentukan profil risiko, Anda perlu menentukan jenis investasi apa yang sesuai dengan diri Anda. Lakukanlah riset personal mengenai hal ini dengan memperhatikan tujuan dari Anda melakukan investasi.

4. Pilih Platform Investasi

Platform investasi digital dapat sangat mudah Anda temukan, baik melalui playstore, maupun appstore. Setiap platform mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Pastikan juga platform yang Anda gunakan telah terdaftar di dalam OJK, sehingga dapat lebih terjamin keamanannya.

Baca Juga  UU HPP Bagi Masyarakat, Menguntungkan atau Merugikan?

5. Diversifikasi Aset

Sesuai dengan pepatah “Don’t Put All Your Eggs in One Basket”, artinya adalah jangan sampai kita menaruh semua aset kita hanya pada satu tempat saja, karena ini akan sangat berisiko. Bahkan perusahaan raksasa pun tetap mempunyai kemungkinan untuk mengalami penurunan nilai saham.

Oleh karena itu, Anda harus melakukan diversifikasi aset investasi Anda. Diversifikasi aset investasi akan disesuaikan dengan profil risiko Anda. Platform Bibit menyediakan tes yang nantinya akan menunjukkan profil risiko Anda, dan juga melakukan diversifikasi secara otomatis mengenai jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda.

6. Komitmen dan Terus Belajar

Investasi memerlukan komitmen di dalamnya, karena terdapat banyak godaan dalam berinvestasi. Oleh karena itu, Anda harus tetap belajar untuk mengasah skill Anda dalam berinvestasi. Cobalah untuk menemukan teman, komunitas, dan mentor yang dapat membimbing Anda dalam melakukan investasi. Semakin sering Anda belajar, insting Anda dalam berinvestasi akan semakin terasah.

Itulah beberapa jenis investasi yang populer di Indonesia dan tips-tips dalam berinvestasi bagi pemula. Semoga Artikel ilmiah ini dapat membantu Anda dalam melakukan investasi digital!

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

160 Points
Upvote Downvote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings

2 Comments

Loading…

0