in ,

Melchor Luncurkan “Crypto Utility” untuk Valuasi Karbon

Menurut Peter, sejumlah emisi karbon yang dapat dijual belikan diantaranya, yakni karbon dioksida (CO2), metana (CH4), hidrofluorokarbon (HFCs), perfluorokarbon (PFCs), nitrat oksida (N20), dan sulfur heksafluorida (SF6).

Secara teknis, platform ROXI nantinya akan dihadirkan kepada masyarakat dengan berbasis token dan dapat diuangkan dari perdagangan itu.

“Dengan demikian mereka tidak perlu lagi menebang-nebang kayu, mereka bisa turut andil dalam merestorasi, menjaga, menanam kembali hutannya,” tambah Peter.

Dengan sistem itu, Melchor Group menghadirkan gagasan baru tentang penghitungan restorasi hutan, penyerapan, perhitungan, serta perdagangan karbon yang sesuai dengan kompatibilitas dan Standar Nasional Indonesia (SNI). .

“Ini hal baru dan pertama di dunia di mana crypto utility ini akan sejalan dengan teknologi perhitungan serapan karbon yang dikembangkan oleh Jejak.in, anak perusahaan dari Melchor Group. Indonesia memiliki potensi penyerapan karbon terbesar di dunia. Potensi itu tersimpan di hutan hujan, hutan mangrove, dan lahan gambut. Semua ini merupakan kekayaan yang dimiliki Indonesia yang belum divaluasi secara eksponensial. Inilah inti kekuatan ekonomi hijau Indonesia,” jelas pendiri RCTI dan SCTV ini.

Baca Juga  Melaju Jadi Bank Digital, Bank Banten Perkuat Sinergitas

Peter mengutip data World Wide Fund for Nature (WWF), bahwa hutan merupakan rumah bagi lebih dari setengah spesies tumbuhan dan hewan di dunia. Mereka memiliki peran penting untuk dimainkan dalam memerangi pemanasan global. Lebih dari 1 miliar orang bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka. Dari jumlah itu, sekitar 300 juta orang benar-benar tinggal di hutan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Loading…

0