in ,

Jokowi Peringatkan Dirut BUMN Permudah Izin Investasi

Jokowi menegaskan, saat ini BUMN harus berani menghadapi kompetisi dengan perusahaan swasta, baik domestik maupun luar negeri. BUMN harus bisa memberikan kontribusi besar buat negara, bukan malah selalu meminta pertolongan negara.

“Berkompetisi enggak berani, bersaing enggak berani, mengambil risiko enggak berani, bagaimana profesionalisme itu tidak dijalankan. Sudah Pak Menteri (Erick Thohir), lupakan yang namanya proteksi-proteksi itu. Yang mau kita bawa BUMN ini go global, bersaing di internasional. Mulai harus menata, adaptasi pada model bisnisnya, teknologinya. Yang penting ini,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, sebenarnya sudah sejak tujuh tahun lalu ia meminta agar menggabungkan, mengkonsolidasikan, dan mereorganisasi BUMN yang dinilai sudah sangat terlalu banyak.

Baca Juga  Mendes PDTT: Data Konkret untuk Pembangunan Desa

“Ada 108 (BUMN), sekarang sudah turun menjadi 41. Ini sebuah pondasi yang sangat baik dan diklasterkan itu juga baik. Yang paling penting ke depan yang kita bangun adalah nilai-nilai, core value,” kata Jokowi.

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, akan ada  rencana kembali melakukan klasterisasi perusahaan pelat merah berdasarkan core business (bisnis inti). Misalnya, bila sebelumnya setiap klaster BUMN terdapat tiga sampai empat  perusahaan, maka kedepannya jumlah itu akan dikurangi menjadi dua perusahaan saja.

“Ke depan Bapak (Jokowi), kita mengharapkan kalau bisa di masing-masing klaster ini jumlahnya dua atau satu saja, misalnya Bulog (Badan Urusan Logistik) dan RNI (Rajawali Nusantara Indonesia) sebenarnya agak mirip. Lalu, Perkebunan, Perhutani pun sebenarnya agak mirip. Nah, tentu, LEN, Krakatau Steel, ” kata Erick.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

194 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *