in ,

Malaysia Pangkas Pajak Penghasilan pada 2023

Malaysia Pangkas Pajak Penghasilan
FOTO: IST

Malaysia Pangkas Pajak Penghasilan pada 2023

Pajak.com, Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Keuangan mengumumkan akan pangkas tarif Pajak Penghasilan (PPh) untuk individu berpenghasilan menengah sebanyak dua persen pada tahun 2023. Dengan begitu, masyarakat yang memperoleh penghasilan kena pajak antara 50.001 ringgit Malaysia (sekitar Rp 164,853 juta) hingga 70.000 ringgit Malaysia (sekitar Rp 230,803 juta) akan dikenakan tarif PPh 11 persen dari yang semula 13 persen.

Sementara bagi mereka yang berpenghasilan antara 70.001 ringgit Malaysia (Rp 230,806 juta) sampai 100.000 ringgit Malaysia (Rp 329,718 juta) akan dikurangi tarif pajaknya dari 21 persen menjadi 19 persen. Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul Tengku Abdul Aziz mengatakan, inisiatif ini akan bermanfaat bagi 1 juta pembayar pajak, seraya menambahkan bahwa kelompok berpenghasilan menengah akan menghemat pajak hingga 1.000 ringgit Malaysia (Rp 3,29 juta).

Bukan itu saja, ia juga mengemukakan bahwa perempuan yang kembali bekerja setelah mengambil cuti kelahiran akan dibebaskan dari membayar PPh selama lima tahun terhitung dari tahun 2023–2028.

Baca Juga  Indonesia Tekankan Transparansi Pajak di Forum G20

Untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, lanjut Tengku Zafrul, Malaysia telah menganggarkan total dana 150 juta ringgit Malaysia untuk memberikan bantuan tunai senilai 500 ringgit Malaysia bagi ibu dari kelompok berpenghasilan rendah yang melahirkan pada 2023 mendatang.

“Masih ada waktu untuk mengambil kesempatan memiliki keturunan tahun depan. Tapi harap diingat bahwa bantuan ini hanya untuk ibu dan bukan ayah,” katanya saat memberikan pidato Anggaran Nasional 2023 di hadapan anggota Parlemen Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, dikutip Pajak.com, Sabtu (8/10).

Anggaran yang dialokasikan untuk insentif pajak dan bantuan tunai itu merupakan bagian dari dukungan fiskal yang disampaikan pemerintah Malaysia untuk Tahun Anggaran 2023. Ia menyebut, anggaran 2023 akan difokuskan pada upaya melindungi kesejahteraan rakyat, dan menjaga mereka dari kenaikan inflasi serta biaya hidup yang meroket.

Baca Juga  Mengenal Restitusi Pajak dan Syarat Pengajuannya

Lebih dari 450 ribu rumah tangga di penjuru Malaysia telah memenuhi syarat untuk menerima bantuan bulanan dari Departemen Kesejahteraan Sosial di tahun depan, dengan alokasi dana mencapai 2,5 miliar ringgit Malaysia pada 2023—angka itu meningkat 1,5 miliar ringgit Malaysia pada 2020.

Sementara keluarga yang memiliki lebih dari lima anak akan memenuhi syarat untuk bantuan senilai 2.500 ringgit Malaysia, dan mereka yang memiliki satu hingga empat anak akan mendapatkan antara 1.000 ringgit Malaysia dan 2.000 ringgit Malaysia.

Tengku Zafrul mengungkapkan, Malaysia meluncurkan anggaran yang lebih ramping sebesar 372,3 miliar ringgit Malaysia (atau sekitar 80,06 miliar dollar AS) untuk tahun 2023, di tengah kondisi global yang tidak pasti dan perkiraan pertumbuhan yang lambat. Ia mengklaim anggaran 2023 telah berpedoman pada 3R yaitu responsif, bertanggung jawab, dan reformis.

“Sebagai bagian dari keluarga Malaysia, kita harus segera bertindak dalam menghadapi setiap tantangan global yang akan datang, dan pada saat yang sama bertanggung jawab dalam membangun masa depan yang cerah bagi anak-anak dari generasi penerus,” katanya.

Baca Juga  Kerja Sama Penyediaan Data dan Pemeriksaan Perpajakan

Ia menyebut, dengan pengumpulan pendapatan yang diharapkan sebesar 272,6 miliar ringgit Malaysia, defisit fiskal pada 2023 diproyeksikan turun menjadi 5,5 persen dari produk domestik bruto, dibandingkan dengan 5,8 persen pada 2022.

Tengku Zafrul juga menambahkan, berdasarkan kerangka fiskal jangka menengah, tingkat defisit 2023–2025 diperkirakan akan terus menurun menjadi rata-rata 4,4 persen dari PDB. Sebelumnya, para ekonom juga memproyeksikan ekonomi negara itu bakal tumbuh antara 4 persen dan 5 persen pada 2023, melambat dari tahun ini yang mencapai antara 6,5 dan 7 persen.

“Pemerintah akan terus mengintensifkan upaya perbaikan posisi keuangan dalam jangka menengah untuk mencapai target defisit 3,5 persen dari PDB, seperti yang diproyeksikan dalam Malaysian Plan ke-12,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *