in ,

Membaca Prospektus Agar dapat Saham Bagus

Membaca Prospektus Agar dapat Saham Bagus
FOTO: IST

Membaca Prospektus Agar dapat Saham Bagus

Pajak.com, Jakarta – Setiap tahun banyak emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga mencatatkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) kepada investor. Biasanya, sebelum membeli saham IPO, investor akan disuguhkan oleh data prospektus yang berisi soal seluk beluk informasi perusahaan yang akan IPO.

Hal ini tentu perlu kemampuan membaca prospektus agar investor mendapat saham yang bagus sehingga mendapatkan  saham-saham atau profil perusahaan yang high value dan return yang tinggi.

Prospektus adalah dokumen resmi yang wajib dimiliki oleh emiten yang sudah memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, sebelum resmi diterbitkan, prospektus telah melewati proses penilaian dan evaluasi oleh OJK.

Di dalam prospektus biasanya ada informasi mencakup profil dan laporan tahunan perusahaan. Prospektus juga membantu para investor untuk menganalisis gambaran dan sistem saham yang ditawarkan kepada publik. Dengan kata lain, prospektus ini adalah gambaran kondisi perusahaan secara lengkap. Berikut ini poin-poin yang tak boleh diabaikan investor saat membaca prospektus.

Baca Juga  Bappebti Kawal Iklim Invetasi Digital Kripto

Pertama, informasi tentang jenis usaha atau lini bisnis yang digeluti calon investor. Melalui informasi ini, investor bisa menghitung kekuatan perusahaan, prospeknya dalam jangka panjang serta risiko-risiko yang kemungkinan dihadapi oleh perusahaan. Informasi tentang prospek usaha sangat penting karena menyangkut keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Sebab, membeli saham termasuk  investasi jangka panjang.

Kedua, prospektus harus bisa memberi gambaran tentang prospek perusahaan pada masa yang akan datang. Kegiatan dan prospek usaha ini biasanya dibuat dalam bagian tersendiri yang terdiri dari aspek produksi, penjualan, pemasaran dan distribusi dari produk maupun jasa yang dihasilkan, strategi usaha, kompetisi dan persaingan, prospek usaha, serta penelitian dan pengembangan bisnis oleh manajemen.

Baca Juga  Investasi Digital: Solusi Menekan Perilaku Konsumtif Milenial

Ketiga, prospektus harus menyajikan informasi seputar rencana bisnis pasca IPO. Tujuan sebuah perusahaan go public atau rencana penggunaan dana setelah IPO biasanya dibuat pada bagian khusus yang isinya tentang rencana kegiatan. Poin rencana bisnis jangka panjang harus clear sejak awal.

Keempat, informasi mengenai dana yang dimobilisasi dari masyarakat. Hal ini dapat harus dipertanggungjawabkan melalui penggunaan secara cermat untuk pengembangan usaha maupun menyelesaikan beban kewajiban di masa lampau. Setelah IPO pun emiten masih memiliki kewajiban melaporkan penggunaan dana IPO pada publik.

Kelima, informasi jumlah saham yang ditawarkan. Ini erat kaitannya dengan besaran modal yang disetor, yang berpeluang dimiliki publik lewat porsi saham yang ditawarkan. Umumnya informasi mengenai jumlah saham yang ditawarkan ini bisa dibaca pada bagian tengah dari halaman depan prospektus.

Baca Juga  “Tips” Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan

Keenam, informasi nilai nominal saham yang tercantum dalam sertifikat saham. Nilai nominal saham ini berbeda dengan harga saham. Harga merupakan nilai yang terbentuk di pasar karena permintaan dan penawaran. Harga saham sama dengan harga penawaran. Informasi tentang nilai nominal dan harga penawaran setiap saham juga tercantum pada bagian tengah dari halaman depan prospektus saham.

Ketujuh, informasi seputar kebijakan dividen. Informasi ini memberikan gambaran seberapa besar peluang keuntungan bisa diraih investor setelah memiliki saham perusahaan.

Kedelapan, informasi soal agen penjual, yakni tempat investor bisa mengajukan penawaran untuk mendapatkan saham IPO. Agen penjual saham merupakan perusahaan efek yang ditunjuk oleh penjamin emisi menjadi kanal distribusi saham bagi yang berminat.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *