in ,

Menparekraf Optimis Kondisi Garuda Indonesia Bisa Pulih

Diberitakan sebelumnya, Garuda Indonesia tengah terlilit utang jumbo mencapai 9,75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 138,45 triliun. Namun, manajemen Garuda disebut telah menyiapkan proposal restrukturisasi untuk melakukan renegosiasi dengan para sekitar 800 lessor dan kreditur untuk mengurangi utang menjadi 3,69 miliar dollar AS.

Salah satu upaya restrukturisasinya, Garuda akan mengurangi jumlah pesawat dari 202 armada pada 2019 menjadi 134 pada 2022. Pengurangan jumlah armada ini sejalan dengan pemangkasan rute serta tipe pesawat. Garuda berencana akan berfokus pada rute potensial dalam negeri, dan bakal memangkas armadanya dari total 13 jenis menjadi hanya 7 jenis pesawat.

Selain itu, Garuda akan melakukan negosiasi utang atas kontrak sewa pesawat yang masih akan dipakai perseroan pada masa mendatang, sehingga biaya sewa pesawat Garuda dan anak usahanya—Citilink—dapat turun menjadi 40 persen-50 persen dari tarif saat ini. Lainnya adalah Garuda akan menempuh pembatalan nilai utang dan tunggakan secara material. Pengurangan utang akan dilakukan untuk tipe-tipe kreditur tertentu.

Baca Juga  Kemenperin Fokus Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Belakangan, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga mengabulkan tuntutan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara terhadap Garuda Indonesia oleh PT Mitra Buana Koorporindo. Gugatan PKPU ini disampaikan atas utang perusahaan senilai Rp 4,16 miliar, yang merupakan kewajiban usaha terkait dengan kerja sama pengadaan layanan sewa dan managed service end user computing domestik.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *