in ,

MenkopUKM Kembangkan Potensi Pasar Tanaman Hias

MenkopUKM Kembangkan Potensi Pasar Tanaman Hias
FOTO: IST

Pajak.com, Bogor – Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengungkapkan, tanaman hias memiliki potensi besar dikembangkan di Indonesia. Pasalnya, global market value atau potensi pasar tanaman hias di dunia mencapai nilai Rp 3.000 triliun, lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh. Akan tetapi, Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,01 persen. Maka untuk mengembangkan sektor tersebut, ia pun mendorong kolaborasi antara, petani, koperasi, dan penyedia layanan digital.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri penandatanganan MoU antara Minaqu Home Nature (Minaqu Indonesia) dengan Koperasi Agro Tora Wajasakti (Sukabumi) di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya, Minaqu Indonesia juga sudah bermitra dengan koperasi lainnya yaitu Koperasi Pelita Desa (Ciseeng, Bogor), Koperasi Kowinas (Karawang, Subang, Cianjur, Bali, Lombok, Bangka Belitung, Batam, Yogyakarta, dan Solo), serta Koperasi Produsen Maja Flora (Mojokerto, Jawa Timur).

Baca Juga  BKF: PMI Manufaktur Turun Jadi 53,9 di November

“Saya sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan Minaqu Indonesia sebagai off taker produk tanaman hias yang telah menggandeng kurang lebih 1.000 petani di Jawa Barat dan telah bermitra dengan 4 koperasi,” ungkap Teten dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (20/10).

Teten menambahkan, para petani alangkah baiknya harus terkonsolidasi melalui koperasi dan jangan dibiarkan hanya menggarap di lahan yang sempit. “Kalau sudah ada koperasi, para petani dapat fokus untuk berproduksi di lahan yang juga dikonsolidasikan menjadi skala ekonomi,” tambahnya.

Menurutnya, yang berperan menjadi off taker pertama adalah koperasi sebagai aggregator, melakukan pengolahan hasil panen, dan berhadapan dengan pembeli sehingga harga tidak dipermainkan buyer.

“Koperasi sebagai badan usaha yang berbadan hukum juga dapat melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari akses terhadap sumber-sumber pembiayaan dan kerja sama dengan Perguruan Tinggi untuk teknologi tepat guna, sampai pada hilirisasi produk (pemasaran) baik secara off-line dan on-line,” ujarnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

194 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *