in ,

Kota Masa Depan Versi Grab, Emtek, dan Bukalapak

Kota Masa Depan Versi Grab, Emtek, dan Bukalapak
FOTO : IST

Pajak.com, Kupang – Grab, Emtek, dan Bukalapak menghadirkan Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan); sebuah program akselerator ekstensif yang menargetkan UMKM di kota-kota kecil di seluruh Indonesia yang berfokus pada tiga prioritas, yakni Vaksinasi, Adopsi Platform Digital, dan Pemberdayaan UMKM.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengungkapkan, pihaknya memulai program akselerator Kota Masa Depan untuk UMKM melalui tiga pilar tersebut karena didasari fakta bahwa kesehatan dan digitalisasi adalah pondasi masyarakat dan roda perekonomian Indonesia.

Apalagi, pandemi yang terjadi dalam satu setengah tahun terakhir sangat berimbas pada UMKM, sehingga banyak kota-kota di Indonesia yang perlu mengejar ketertinggalannya dalam digitalisasi.

Baca Juga  Langkah-langkah Memulai Usaha Franchise untuk Pemula

“Grab bersama Emtek dan Bukalapak ingin merangkul UMKM terutama yang ada di kota-kota kecil. Terutama agar tidak hanya dapat menggunakan teknologi dan memperoleh manfaat dari ekonomi digital, namun mereka dapat menjalankan usaha mereka di platform yang aman dan tepercaya. Kami percaya masa depan besar juga ada di kota kecil,” tutur Neneng melalui keterangan resmi, dikutip Pajak.com, Selasa (19/10).

Harapannya, program Kota Masa Depan dapat menciptakan lebih banyak peluang pendapatan bagi para wirausahawan di kota-kota kecil tanpa harus berpindah lokasi, dan pada akhirnya akan memberikan dampak menyeluruh bagi perekonomian daerah juga nasional.

“UMKM yang bergabung dalam program ini dapat menjangkau jutaan konsumen Grab dan Bukalapak di seluruh Indonesia, juga memperoleh peluang pendapatan baru dengan memiliki toko digital sehingga menjaga stabilitas bisnis mereka bahkan di masa pandemi,” ucapnya.

Baca Juga  Fungsi SWIFT dan Dampak Ekonomi Negara yang Diblokir

Neneng mengklaim bahwa Grab, Emtek, dan Bukalapak akan menggabungkan keahlian untuk melatih, mendampingi, sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku UMKM sampai mereka siap bergabung dalam ekosistem ekonomi digital.

FOTO: IST

Setelah diluncurkan pada 14 Oktober lalu, Kota Masa Depan memulai kick off di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan akan berlanjut secara bertahap di Solo, Gowa, Malang, serta Pekanbaru hingga akhir Desember 2021. Rencananya, ketiga perusahaan digital ini menargetkan 10.000 UMKM masuk dalam ekosistem Kota Masa Depan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

195 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *