in ,

Kebangkitan Nasional Momentum Produk Lokal

Luhut menuturkan, dalam kunjungan kerjanya beberapa hari yang lalu ke PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) di Yogyakarta, ia begitu terkesan karena begitu banyak inovasi yang dihasilkan perusahaan manufaktur dalam negeri itu seperti turbin listrik, tempat duduk mobil untuk disabilias, dan GeNose.

Namun, ia menyesalkan banyak produk-produk itu tak ada di e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ia pun meminta jajarannya untuk menyisir produk mana yang bisa dibuat di dalam negeri, sehingga belanja barang dan modal yang dianggarkan dalam APBN bisa dialihkan ke sana.

“Jika melihat APBN, jumlah belanja barang dan modal sekitar Rp 1.300 triliun. Saya minta untuk disisir lagi, mana (produk) yang bisa dibuat di dalam negeri. Dari angka sementara yang kami dapat, ada Rp 470 triliun yang bisa dibuat di dalam negeri,” ucapnya.

Baca Juga  LPEI Lakukan Pemberdayaan UMKM Ramah Lingkungan

Ia menyebut, paling tidak sebanyak Rp 300 triliun dalam satu tahun bisa dibelanjakan atau sebagai modal untuk membuat barang yang bisa dihasilkan di dalam negeri, dibuat oleh anak bangsa, serta digunakan di kementerian/lembaga.

“Ini akan menciptakan jutaan lapangan kerja, dan ciptakan teknologi anak-anak bangsa. Karena masih banyak yang belum melaksanakan ini,” imbuhnya.

Luhut pun meminta agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dapat mengaudit penggunaan produk dalam negeri pada kementerian/lembaga.

“Kalau kita lakukan ini dengan baik, akan ada sekitar 22 miliar dollar AS—saya pakai angka dollar karena betapa susahnya cari investasi 1 miliar dollar AS dari luar—yang bisa kita ambil dari APBN dalam setahun dan kita investasikan di dalam negeri, untuk membangun produk-produk dalam negeri melalui anak-anak negeri. Ini yang akan membuat Indonesia maju ke depan,” tegasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *