in ,

Jokowi: ASEAN Harus Bersatu Jadi Episentrum Pertumbuhan

jokowi asean episentrum
FOTO: IST

Jokowi: ASEAN Harus Bersatu Jadi Episentrum Pertumbuhan

Pajak.com, Nusa Tenggara Timur – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, ASEAN harus bersatu menjadi motor perdamaian dan episentrum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global yang sulit diprediksi. ASEAN perlu memperkuat integrasi ekonomi dan kerja sama inklusif, termasuk implementasi regional comprehensive economic partnership (RCEP), sekaligus memperkokoh arsitektur kesehatan pangan, energi, dan stabilitas keuangan.

“Saat ini yang menjadi pertanyaan, apakah ASEAN hanya akan menjadi penonton, apakah ASEAN hanya akan diam, serta apakah ASEAN mampu menjadi motor perdamaian dan pertumbuhan? Saya yakin, kita semuanya percaya, ASEAN bisa, asalkan satu kuncinya, persatuan. Dengan persatuan, ASEAN akan mampu menjadi pemain sentral dalam membawa perdamaian dan pertumbuhan,” ujar Jokowi saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN, di Hotel Meruorah Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, (10/5).

Baca Juga  DPR dan Pemerintah Sepakati Rincian Asumsi Dasar Makro 2025

Ia menyebutkan, ASEAN mempunyai aset kuat sebagai pusat pertumbuhan karena ekonomi yang tumbuh jauh di atas rata-rata dunia, bonus demografi, dan kestabilan kawasan yang terjaga.

“Indonesia mengajak para pemimpin ASEAN untuk bersama menjadikan ASEAN relevan dan penting serta sebagai pusat pertumbuhan. Mari bekerja keras menjadikan ‘ASEAN Matters: Epicentrum of Growth’,” ungkap Jokowi.

Ia juga menekankan pentingnya peran parlemen dalam penyusunan agenda ASEAN tahun 2045. Para pemimpin ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) harus dapat memastikan bahwa ASEAN lebih tanggap dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang ada sehingga menjadi pusat pertumbuhan dan menjadi kawasan yang aman, stabil, dan demokratis.

“Dalam jangka panjang, peran parlemen juga sangat dibutuhkan untuk menyusun agenda ASEAN tahun 2045. Kita harus memastikan ASEAN mampu lebih tanggap dan resilient menghadapi tantangan, sehingga menjadi pusat pertumbuhan dan menjadi kawasan yang aman, stabil, dan demokratis,” ujar Jokowi.

Baca Juga  3 Alasan APINDO Tolak Pemotongan Gaji Pegawai untuk Tapera

Dalam KTT ke-42 ASEAN, para pemimpin ASEAN yang hadir, meliputi Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen, PM Laos Sonexay Siphandone, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand Marcos, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Singapura Lee Hsien Loong, Wakil PM Thailand Don Pramudwinai, PM Vietnam Pham Minh Chinh, dan PM Timor Leste Taur Matan Ruak.

Sebelum KTT digelar, Jokowi telah mengadakan beberapa pertemuan bilateral. Salah satunya dengan PM Vietnam Pham Minh Chinh. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengungkapkan, pertemuan itu telah melahirkan beragam kesepatakan, utamanya upaya untuk memenuhi target perdagangan sebesar 15 miliar dollar AS hingga tahun 2028.

“Beliau berdua optimistis bahwa target tersebut akan dapat terpenuhi dengan syarat bahwa semua restriksi perdagangan atau hambatan perdagangan dapat dikurangi kalau tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Kedua pemimpin sepakat untuk segera bernegosiasi mengenai perjanjian investasi bilateral atau bilateral investment treaty antara Indonesia dan Vietnam. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi baru terbarukan,” ungkap Retno.

Baca Juga  Rombak 242 Pejabat Kemenkeu, Sri Mulyani Berpesan untuk Siap Hadapi Perkembangan Medsos
Ditulis oleh

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *