in ,

Investree dan BJB Kolaborasi Danai UMKM Jabar

“Terutama, badan usaha yang belum memenuhi persyaratan perbankan dalam memperoleh pinjaman dan berdomisili di Bandung dan Jawa Barat. Dari setiap fact sheet yang nantinya disediakan oleh pihak Investree, Bank BJB akan memilih penawaran pinjaman sesuai dengan preferensi maupun profil risiko mereka,” ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut Adrian, penyaluran pembiayaan tidak terbatas pada bidang atau sektor usaha tertentu. Artinya, borrower dari bidang usaha apa pun memiliki kesempatan untuk bisa dibiayai oleh Bank BJB. Tak sampai di situ, Investree juga menjadi salah satu platform yang terdaftar dalam Panon Jabar, yakni program pembiayaan pada situs pengadaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan e-catalogue Pemda Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga  Kemenperin Yakinkan Nihil Deindustrialisasi di Indonesia

Untuk mendukung Panon Jabar, Adrian berkomitmen Investree akan menyalurkan pembiayaan hingga Rp 2 miliar dengan sejumlah ketentuan yang terbilang ringan bagi para pelaku UKM Jawa Barat pemenang tender. Di antaranya pemberian tenor sampai enam bulan, memberikan tingkat bunga kompetitif mulai dari 12 persen per tahun, tidak membutuhkan agunan berupa aset tetap, proses aplikasi daring yang cepat dan transparan, serta verifikasi proyek secara otomatis.

“Diseminasi pendanaan online Jabar ini sangat relevan dengan tujuan AFPI dalam menghidupkan ekosistem keuangan digital seraya memperkuat perkembangan bisnis UKM. Harapannya, (proyek ini) dapat membantu pelaku UKM pemenang tender LPSE dalam melancarkan proyek dan mengamankan arus kas perusahaan mereka,” ujar Adrian yang juga Ketua Umum AFPI.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *